Belajar Puasa

 

Selamat datang bulan Ramadhan yang penuh berkah! Bulan Ramadhan datang, berarti waktunya umat muslim untuk melaksanakan ibadah puasa sebulan penuh! Semangat!

Kalau udah gede gini, puasa Ramadhan pasti bukan masalah lagi ya? Udah biasa mah ama yang namanya puasa (apalagi anak kost:mrgreen: ). Nah, gimana dengan puasa Ramadhan dimasa kecil kamu? suka bolong-bolong nggak? Pernah puasa bedung nggak? Pasti pernah dong, hahaha. Postingan ini menceritakan pengalaman saya belajar puasa waktu kecil dulu. Pengalaman yang pastinya sobat semua juga pernah mengalaminya. Berbagi cerita dan pengalaman masa kecil itu memang menyenangkan, syukur-syukur bisa bermanfaat. Mungkin bisa sedikit membantu untuk sobat-sobat semua dalam melatih adiknya belajar puasa.

Menurut cerita Ayah dan Ibu, saya bisa puasa full time sehari penuh dan sebulan penuh tanpa bolong saat umur saya menginjak enam tahun. sebelumnya ya sama seperti anak-anak lainnya, saya juga suka bolong-bolong puasanya.

Pertama kali belajar puasa, Ayah dan Ibu menjelaskan pada saya apa arti puasa romadhan itu. Dulu kata Ibu, “Puasa ramadhan itu wajib hukumnya, kalau tidak puasa akan mendapat dosa dan siksa dari Allah SWT. Makanya sebagai umat Islam, wajib menjalankannya. Puasa ramadhan ini dilakukan agar kita selalu bersyukur, agar kita tau bagaimana rasanya saudara-saudara kita yang kekurangan. Mereka sering kelaparan, sedangkan kita selalu makan cukup.” begitu kata ibu.

Sebagai anak kecil, seingat saya, saya cukup takut saat ibu bilang “dosa kalau tidak dijalankan” makanya saya mau makan sahur meski mata masih merem. Haha

Tapi, tentu saja saya pernah malas sekali dan nggak mau bangun untuk makan sahur. Kalau sudah begitu ibu dan ayah pasti bilang. “Ayooo! Jangan mau kalah sama setan… Baca doa bangun tidur, terus ambil wudhu’ biar setannya yang nempel pergi. Setan itu suka bisik-bisik supaya kamu nggak mau sahur. Setannya masih ngeloni kamu itu. Ayo jangan mau kalah sama setan!

Setelah saya bangun dan makan, susah sekali tentunya menghabiskan makan sahur. Kalau untuk kondisi yang satu ini, ibu suka bilang “Ayo, sudah beberapa hari puasa masa males gitu sahurnya? Jangan mau kalah sama setan. Biar kuat puasanya, dihabiskan ya? Anis kan anak pinter.” begitu kata ibu, hehe.

Kejadian penting lainnya, kalau sudah mendekati hari-hari akhir puasa, malasnya minta ampun! Kalau sudah begitu, ibu dan ayah mengubah kalimatnya “Ayo, tinggal beberapa hari lagi! Bisa puasa sebulah penuh lho… Anis hebat! Kalah deh setannya“, dan dengan mata yang berat, lidah yang kaku, dan badan yang loyo, saya mencoba mengunyah  makanan sampai habis.

Hari-hari melaksanakan puasa juga tidak mudah. Dulu, waktu masih belajar puasa, saya diam-diam membeli kerupuk dan memakannya sembunyi-sembunyi. Pernah juga bersama saudara-saudara sepupu, saya mengambil cemilan di warung nenek dan memakannya sembunyi-sembunyi di balik sofa. Namun, karena saya anak yang jujur (cie😛 ) saya selalu bilang sama ibu setelah menghabiskannya. Ibu selalu bilang “Lho, itu nggak boleh, batal nanti puasanya”. Tapi herannya, puasanya tetap dilanjut meski sudah batal. Haha

Yang paling mengasyikkan dan ditunggu-tunggu di hari-hari puasa itu adalah “Ngabuburit”. Nah, waktu kecil pastinya nggak tau dong istilah ini. Tapi ayah saya selalu mengajak saya jalan-jalan setiap saya mengeluh lapar dan haus. Sepanjang jalan diajak membaca tulisan-tulisan yang ada di pinggir jalan hingga saya lupa akan rasa lapar dan haus. Begitu seterusnya hingga di umur enam tahun, saya berhasil puasa sehari penuh dan sebulan penuh tanpa bolong. Berhasil! Yeah!

Yah, begitulah pengalaman saya belajar puasa waktu masih kecil. Kalian gimana?😀

 

4 pemikiran pada “Belajar Puasa

Tinggalkan komentar, kritik dan saran mu di sini Sob... :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s