Bahagia

_MG_7021

At Pantai Payangan- Jember

“Bahagia itu sederhana”. Mungkin kata-kata itu sudah sering kita dengar atau kita baca. Banyak teman-teman yang menjadikannya status di beberapa media sosial. Entah dalam rangka sedang bahagia atau hanya pura-pura bahagia.

Bahagia yang sederhana itu yang kaya gimana sih?

Bahagia itu, ketika kamu lagi kepanasan dan kehausan, dan tiba-tiba ada yang nyodorin Es Degan. Wuiiih… Muantep! Abis gitu langsung update status “Bahagia itu sederhana…”

Bahagia itu, ketika tau kalau ternyata mantan nyesel ninggalin kamu. Asek asek… Buru-buru deh pasang status “Bahagia itu sederhana..”:mrgreen:

Bahagia itu ketika kamu kelaperan sedangkan dompet lagi kering, terus tiba-tiba ada temen traktir kamu beli baso… “Ah, bahagia itu sederhana…”

Bahagia itu…. Ya begitulah pokoknya😀 .

Pernah nggak kita ngerasa iri melihat orang yang kelihatannya sangat bahagia dengan kehidupannya? Kalau saya pernah. Padahal orang itu serba kekurangan hidupnya, dan jauh dari kata beruntung (dalam ukuran saya).

Saya bertanya-tanya, kenapa? Kok bisa ya saya merasa iri pada orang yang jelas-jelas kurang beruntung dari saya?

Karena mereka bahagia, dan mereka punya cara sendiri untuk bahagia. Itu kira-kira jawaban yang datang pada saya.

Kalau ingat pada mereka yang kurang beruntung tapi masih bisa tersenyum seakan tak ada yang perlu dikhawatirkan, saya jadi sadar kalau bahagia itu sebenarnya kita sendiri yang menciptakan. Siapa pun, dalam keadaan apa pun, bisa bahagia. Siapa pun dan dalam keadaan apa pun, bisa membuat orang lain iri dengan kebahagiaan yang mereka miliki. Orang lain boleh berkomentar apa pun tentang mereka, tapi mereka tetap bahagia.

Mereka yang bahagia, adalah mereka yang memandang dan menyadari kehidupannya dengan rasa syukur. Biar orang lain sesumbar dengan keberuntungan yang dimilikinya, orang bahagia hanya tersenyum seakan menunjukkan “ini kehidupanku yang lebih mambahagiakan dari apa yang kamu miliki”. Kira-kira itu yang saya rasakan kalau sedang iri dengan seseorang yang bahagia dengan hidupnya.

Rasa iri ini bukan lantas saya ingin menjadi mereka. Tapi tak lebih dari menyadari kebodohan diri yang masih saja tidak bersyukur dan bodohnya tidak tahu caranya bahagia, padahal saya lebih beruntung dari pada mereka.

Bahagia itu sederhana. Tarik kedua sudut bibir ke atas hingga membentuk senyuman yang manis, dan katakan pada diri sendiri bahwa kita bahagia. Kemudian bagikan kebahagiaan kita dengan orang lain agar mereka bisa merasakannya dan agar kita menjadi lebih bahagia.

Saat sedih, saat merasa kurang beruntung. Ingatlah, kalau semua orang, siapa pun dan dalam keadaan apa pun bisa bahagia. Karena bahagia itu sederhana. 😀

(Lagi Maria Teguh banget…😀 )

8 pemikiran pada “Bahagia

  1. hoho.. setuju banget mbak. Aku juga pernah cerita tentng betapa sederhananya kebahagiaan itu. Jika berkenan, mbak bisa baca cerita lengkapnya di blog saya. Judulnya Bahagia Bukan Cuma Karena
    Uang kok, Bro

Tinggalkan komentar, kritik dan saran mu di sini Sob... :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s