Lukisan Tuhan, Kawah Ilalang (Part 1)

Yiihaa! Akhirnya saya jadi bolang lagi!😀

Setelah sekian lama menunggu, berharap, bersujud dan berdoa dengan khusyuk (maapkan kelebayan ini😛 ) akhirnya ada juga yang mengajak saya jalan-jalan! Moment paling ditunggu, karena setelah lulus kuliah saya kebingungan mencari teman bolang. Tuhan emang tau banget…

Jadi kemarin ada yang ngajakin kita… Kita? Iya “Kita” teman-teman Komunitas Rajut Bondowoso untuk ikut menjelajah Bondowoso. Tujuannya adalah mengibarkan banner Komunitas Rajut di tanah Kawah Ilalang. Langsung saya bilang “IKUUUUUT” tanpa pikir panjang.

Sempet ragu untuk ikut, karena saya nggak ada pasangan untuk saling bonceng. Kan biar enak nanti di jalan bisa gantian, karena terus terang saya nggak sanggup kalau pulang-pergi nyetir sendiri. Tapi akhirnya temen saya menghubungi saya lagi dan bilang kalau ada motor kosong. Ya sip lah, Cusss!

Kami berangkat sekitar jam setengah 8 pagi dari desa tempat saya tinggal, Desa Pakistan… eh Pakisan (wehehe) . Saya yang nggak bawa motor, dijemput di pertigaan jalan menuju desa Sukosari (Jalur menuju Kawah Ijen). Saya pikir yang datang bakal cewe-cewe dengan motor matik, saya juga sudah siap untuk gantian nyetir di tengah perjalanan nanti. Eh ternyata yang datang adalah rombongan MoGe alias Motor Gede.

Agak kaget sebenernya “Mau naik ini? Wah…” silent didalam hati maupun di bibir. Haha

Ya udah lah, tingal ngikut aja dan sebenernya untung juga buat saya, nggak perlu gantian nyetir😛

Udah tau rasanya naik MoGe pake ngebut? Yeah, it was my first experience! Rasanya…. Jantung berasa mau copot!! Ya Tuhan, mereka seperti punya banyak nyawa buat ngelakuin iniii…. sampai akhirnya saya pasrah (mencoba pasrah lebih tepatnya) pasrah kalau nanti kesenggol kendaraan lain atau nabrak pembatas jalan, atau ciuman langsung dengan truk, saya sudah pasrah menjadi berkeping-keping (dilarang ngakak!). Untungnya kita semua diberi perlindungan. Kalau enggak, nggak mungkin saya bisa posting tulisan ini😀 .

Well, keuntungan dari kebut-kebutan tadi itu adalah “cepat sampai”. Jadi nggak berasa sakit pinggang seperti saat kita jalan dengan kecepatan normal pake motor bebek. Kita sampai di pintu masuk Jampit sekitar jam sembilan pagi. Setelah istirahat sebentar, kita melanjutkan perjalanan.

5

Si Bear Istirahat Sejenak

Yang ikut perjalanan ini bukan cuma komunitas rajut, tapi juga komunitas “Jelajah Bondowoso” dan “Relawan Muda Bondowoso”. Kita bertemu di desa Sempol, kemudian melanjutkan perjalanan bersama-sama menuju destinasi utama “KAWAH ILALANG”.

6

Jalan yang kita lewati menuju Kawah Ilalang (menurut saya) tidak mudah. Beberapa kali motor teman-teman yang tidak memakai ban khusus terjebak di pasir dan lumpur sehingga harus di angkat dan dituntun. Berbeda dengan motor yang menggunakan ban dengan benjolan-benjolan di pinggirnya, mereka bisa melewati rintangan ini dengan mudah.

7

Motornya parkir di tempat ini, kemudian kita jalan menuju Kawah Ilalang. FYI, gambar ini diambil oleh adek Tancak Macan😀

8

Tempat Parkir

9

Naiiik

10

Dataar…

Perjalanan dimulai dengan tanjakan. Kalau di Ranu Kumbolo ada yang namanya Tanjakan Cinta, kami sepakat untuk memberi nama tanjakan ini Tanjakan Galau. Karena habis tanjakan ada jalan datar, setelah itu ada tanjakan lagi, jalan datar lagi, kemudian tanjakan lagi. Jadilah “Tanjakan GALAU”😆 .

Lanjut ke Lukisan Tuhan, Kawah Ilalang 2

4 pemikiran pada “Lukisan Tuhan, Kawah Ilalang (Part 1)

Tinggalkan komentar, kritik dan saran mu di sini Sob... :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s