Kembali ke titik nol bersama novel “To Kill A Mockingbird”

To Kill a mocking bird.3

To Kill a Mockingbird adalah sebuah novel klasik karya Harper Lee. Saat pertama kali membaca judulnya, saya langsung penasaran. Apa itu mockingbird? Apa itu benar-benar nama seekor burung atau hanya ungkapan?

Saat saya membaca sampul belakang tentang ulasan novel ini, disebutkan tentang permasalah antara orang kulit putih dan orang kulit hitam. Lalu apa hubungannya dengan Mockingbird seperti yang disematkan di halaman depan?

Pada bab pertama, saya masih diliputi penasaran karena cerita diawali dengan cerita tentang anak perempuan bernama Scout yang menjalani hari-hari pertamanya bersekolah. Dia memiliki kakak bernama Jem dan ayahnya adalah seorang pengacara bernama Atticus Finch. Scout dan Jem tak memiliki ibu. Mereka dibesarkan oleh ayahnya, dibantu oleh seorang wanita kulit hitam bernama Carlpurnia. Cerita yang disuguhkan pertama kali ya tentang dua anak ini. Tentang dunia anak-anak yang penuh rasa penasaran dan rasa ingin tau. Mereka penuh kepolosan dengan hidup yang mereka jalani. Baca lebih lanjut

Buku dan Cerita Ayah

download

 

Buku, adalah kumpulan lembaran kertas berisikan baris-baris tulisan yang dapat membawa kita pergi ke dunia yang berbeda. Ya, tidak berlebihahan ketika saya mendefinisikan buku seperti itu. Lewat buku kita bisa tenggelam, terjatuh, menangis, tertawa, lelah, marah, jatuh cinta bahkan sakit hati. Lewat buku kita bisa pergi ke pasar yang ada di Roma, pekuburan yang berada di Thailand, rumah kumuh di India, atap gedung putih di Washington DC, lubang terdalam di Australia, atau bahkan tempat terjauh terpencil sampai tempat yang tidak nyata pun dapat kita kunjungi.

  Baca lebih lanjut

GPS (Gerakan Peduli Skizofrenia)

Beberapa bulan yang lalu, temen ngobrol nggak waras saya (jadi ada temen ngobrol waras sama nggak waras 😛 ) nyeletuk sesuatu yang saat itu saya pikir nggak serius. Dia bilang, “ayo kita bikin suatu kegiatan peduli orang gangguan mental”. Saya tanya “Serius?” dia bilang “Iya serius…”, tapi waktu itu tetap saya anggap nggak serius. Eh ternyata, beberapa bulan kemudian dia ngobrolin lagi masalah ini, dan saya tanya lagi “Ini serius???” dia bilang “Iya serius…”, tapi masih tetap saja saya pikir itu nggak serius.

Sampai akhirnya, tadi malam para temen ngobrol nggak waras ini datang ke rumah saya. Ternyata beneran serius! Kita serius bikin suatu gerakan yang kita namai “Gerakan Peduli Skizofrenia”. Untuk penjelasan Skizofrenia, sudah banyak blog dan website yang menerangkan tentang hal ini 😀 .

Seperti yang kita ketahui, penderita skizofrenia sering kali dianggap sebagai orang yang kerasukan setan, atau jin. Padahal bukan itu penyebabnya. Keluarga penderita biasanya menganggap ini sebagai aib, jadi tak jarang, penderita skizofrenia diperlakukan secara tidak manusiawi seperti di pasung atau di kurung. Banyak juga keluarga yang tak tau harus bagaimana dan kemana untuk mengobati si penderita.

Atas dasar itulah, kita ingin melakukan sesuatu. Setidaknya memberikan kepedulian kepada mereka dengan memberikan penyuluhan kepada keluarga dan beberapa interfensi kepada penderita.

Gerakan ini memang masih belum matang dibicarakan, tapi kita sudah sepakat dan serius untuk melanjutkannya 😀 . Untuk sementara, yang aktif dan benar-benar serius untuk kegiatan ini adalah saya, teman saya perawat dan satu lagi lulusan psikologi.  Semoga berjalan lancar ke depannya.

IMG_2742

Julian – Me – Yoga

Foto dulu sebelum balik ke peristirahatan masing-masing #eh ke habitat masing-masing 😀

Langkah Pertama

29 September 2014 kemarin, telah di adakan Kelas Inspirasi Bondondowoso. Apa itu Kelas Inspirasi? Kenalan dulu deh di kelasinspirasi.org . Saya memang belum pernah menulis tentang Kelas Inspirasi di blog ini sampai hari H  kemarin. Entah mengapa saya belum ingin menulisnya, meski sudah berbulan-bulan persiapan Kelas Inspirasi ini diadakan. 🙂

Awal mula saya bergabung menjadi relawan di Kelas Inspirasi itu karena ajakan seorang teman. Waktu itu, saya memang sedang sangat bersemangat untuk mengikuti kegiatan sosial. Pucuk dicinta ulam pun tiba. Seorang teman men-tag saya pada sebuah foto “Recruitment Volunteers Kelas Inspirasi”. Wah, ini dia yang saya cari! Senang sekali saya bisa bergabung menjadi relawan panitia untuk mempersiapkan terselenggaranya Kelas Inspirasi di Bondowoso. Kegiatan ini sudah diadakan untuk yang kedua kalinya di Jawa Timur, tetapi Bondowoso baru mengadakan tahun ini.

Penggagas diadakannya kelas Inspirasi Bondowoso ini adalah mbak Rica. Dia adalah seorang guru SMP di Bondowoso. Dari temannya, ia mendapatkan informasi tentang kelas Inspirasi, kemudian mengajak kita semua untuk bergabung membentuk panitia. Baca lebih lanjut

Hari Inspirasi

GEDEBAG… GEDEBUG… GRUBAG… GRUBUG..

“Aww…”

Tiba-tiba muncul sesosok wanita paruh baya dari balik pintu kamar, mengintip keributan yang sedang terjadi di luar kamar.

“Bu, lihat kaos kakiku nggak?” gadis itu bertanya sambil meringis kesakitan dan menggosok-gosok jari kakinya yang sudah berani beradu dengan kaki kursi.

“Enggak… “ Mata wanita yang dipanggil “ibu” itu mengikuti kemana arah anak perempuannya berjalan.

“Mau kemana pagi-pagi?” tanyanya.

“Helm… Helm…” seakan tidak mendengar apa yang diucapkan ibunya, ia berlari ke arah kursi tempat helmnya tergeletak.

“Berangkat dulu ya Bu…” gadis itu mencium tangan ibunya dan langsung melipir ke luar rumah lewat pintu belakang.

“Mau kemana?” kejar ibu.

“Hari ini Kelas Inspirasi Bu…. ”  katanya sambil berusaha menghidupkan motor bebeknya.

“Nggak sarapan dulu?”

“Udah telat nih….”

“Baru juga jam enam…”

“Berangkat dulu, Assalamu’alaikum!”

“Wa’alaikumsalam, hatihati jangan ngebut di jalan…” Baca lebih lanjut

Belajar Puasa

 

Selamat datang bulan Ramadhan yang penuh berkah! Bulan Ramadhan datang, berarti waktunya umat muslim untuk melaksanakan ibadah puasa sebulan penuh! Semangat!

Kalau udah gede gini, puasa Ramadhan pasti bukan masalah lagi ya? Udah biasa mah ama yang namanya puasa (apalagi anak kost :mrgreen: ). Nah, gimana dengan puasa Ramadhan dimasa kecil kamu? suka bolong-bolong nggak? Pernah puasa bedung nggak? Pasti pernah dong, hahaha. Postingan ini menceritakan pengalaman saya belajar puasa waktu kecil dulu. Pengalaman yang pastinya sobat semua juga pernah mengalaminya. Berbagi cerita dan pengalaman masa kecil itu memang menyenangkan, syukur-syukur bisa bermanfaat. Mungkin bisa sedikit membantu untuk sobat-sobat semua dalam melatih adiknya belajar puasa.

Menurut cerita Ayah dan Ibu, saya bisa puasa full time sehari penuh dan sebulan penuh tanpa bolong saat umur saya menginjak enam tahun. sebelumnya ya sama seperti anak-anak lainnya, saya juga suka bolong-bolong puasanya. Baca lebih lanjut

Menghilang untuk Kembali

welcome june
Bulan Mei kemarin adalah bulan ke-GALAU-an bagi saya. Selama satu bulan saya menggalau sendiri memikirkan proposal penelitian yang tak kunjung selesai permasalahannya. Dua minggu pertama di bulan itu saya melakukan pengumpulan bukti untuk memberikan alasan kuat pada dosen bahwa penelitian saya benar-benar sudah tidak bisa dilanjutkan. Hal ini saya lakukan karena saya sudah yakin bahwa penelitian ini memang tidak mungkin dilakukan, sedangkan dosen pembimbing masih menyayangkan kalau saya ganti topik penelitian. Saya akui, penelitian ini memang bagus dan keren. Tapi saya juga punya target wisuda di bulan November. Melihat tingkat kesulitan penelitian itu, saya jadi yakin kalau penelitian itu tetap dilanjutkan, saya tidak akan bisa wisuda bulan November.

Dua minggu setelah mengumpulkan bukti, saya memutuskan untuk menghilang dari dunia kampus. Saya jalan-jalan, bermalas-malasan di kosan, merajut, nonton dan lain sebagainya yang tidak ada kaitannya dengan kampus dan skripsi. Namun akhirnya, di akhir bulan Mei, Tepat disaat saya sudah bersiap kembali ke dunia kampus, banyak teman bahkan dosen menanyakan keberadaan saya. Untuk teman-teman yang menanyakan keberadaan saya, saya selalu menjawabnya “Saya menghilang untuk kembali. he he he”. Untuk dosen, saya memang nggak berani memperlihatkan wajah sebelum benar-benar siap untuk kembali. :mrgreen:

Seminggu kemarin saya berusaha menghubungi dosen pembimbing utama dan kedua lagi dengan membawa bukti kuat yang sudah saya kumpulkan. Kebetulan dosen pembimbing utama saya sedang bertugas ke luar Kota, jadi konsultasinya via email dan chating. Dosen pembimbing dua saya terlihat menyayangkan keputusan saya untuk ganti judul, namun akhirnya beliau bilang “Kalau dosen pembimbing utama setuju, saya juga setuju”. Yeaah! Selanjutnya saya menghubungi dosen pembimbing utama dan dengan beberapa hari penantian, akhirnya penelitian baru saya di ACC juga! Yeesss!

Dan sekarang saya ingin mengucapkan selamat tinggal bulan GALAU (Mei), selamat datang Bulan penuh kesibukan (Juni). Semoga semuanya bisa berjalan lancar! Demikian juga dengan teman-teman semua! Semangat! 😀