Diam – Diam

Ku katakan pada selembar kertas untuk diam-diam mengintip namamu

Dan dengan diam-diam pula semuanya terangkai dalam benakku

Ku jinjitkan kaki agar diam-diam aku bisa mendengar tawamu

Dan dengan diam-diam pula semuanya terekam dalam  pita memoriku

Suatu hari, diam-diam mataku memotret sosokmu di tengah keramaian yang membiru

Diam-diam tersimpan senyum di bibirku

Di hari lainnya, diam-diam celah buku memberikan ruang untuk memaku pandanganku padamu

Dan ku tahu diam-diam kerlingan matamu mengisyaratkan sesuatu

Aku hanya bisa tertawa dalam hati dan diam – diam meninggalkanmu

Karena kau tak perlu tau bahwa diam-diam aku mengagumimu😀

Karya:  

20 pemikiran pada “Diam – Diam

Tinggalkan komentar, kritik dan saran mu di sini Sob... :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s