Kata Ibu, Tentang Harta Warisan

Harta yang satu ini sering banget menyebabkan perselisihan bahkan perang saudara. Ada nggak di sekitar kita yang sedang berselisih gara-gara harta warisan? Gimana perasaan kalian melihat kejadian tersebut? Kalau saya pribadi, ada rasa sedih dan prihatin saat menyaksikan saudara kita berselisih gara-gara harta yang sebenarnya bisa dicari dan nggak bakal bisa dibawa mati.

Sebenarnya, pembagian harta waris sudah diatur sedemikian rupa di dalam agama Islam. Namun, tidak semua orang mengerti dan menganut aturan tersebut. Padahal, kalau kita mengikuti aturan tersebut, saya yakin tidak akan ada yang namanya perselisihan gara-gara harta warisan. Contohnya mungkin di kalangan keluarga ibu saya. Pembagian harta warisan berdasarkan aturan Islam, memang di anut di daerah tempat ibu saya tinggal. Jadi, sebelum meninggal kakek saya sudah menetapkan pembagian harta waris berdasarkan aturan Islam. Anak-anak kakek saya mengerti akan aturan itu, jadinya tidak ada yang berselisih mengenai harta warisan.

Kata ibu saya, dalam aturan islam sudah diatur secara adil, dimana laki-laki mendapatkan dua bagian, sedangkan perempuan mendapatkan satu bagian. Misalkan harta yang kakek saya punya adalah sebesar 15 juta, maka akan dibagi kepada anak laki-laki sebesar 10 juta rupiah, sedangkan anak perempuan akan mendapatkan 5 juta rupiah. Mengapa demikian? Karena anak laki-laki itu memiliki tanggungjawab yang besar. Orang tua yang sudah lanjut usia seharusnya ikut dengan anak laki-laki bukan anak perempuan, dan anak laki-laki lah yang bertanggung jawab mengurus seluruh anggota keluarganya. Anak perempuan, tidak memiliki tanggungjawab demikian. Namun, bukan berarti anak perempuan lepas tanggung jawab terhadap orang tuanya. Beberapa kasus, malah anak perempuan yang lebih sukses dari pada anak laki-laki. Saat itu terjadi, cobalah iklas mencari pahala untuk merawat orang tua di usia senjanya (itu yang ibu saya lakukan).

Bagi kita yang berasal dari keluarga yang mengenerapkan aturan tersebut, kemudian kebetulan kita masuk dalam keluarga yang tidak menerapkan dan tidak mengerti akan aturan tersebut, jangan coba-coba meyakinkan atau berusaha mengatakan kebenaran secara sembarangan. Karena bisa jadi kita nanti akan menjadi penyebab perpecahan. Kita bisa dianggap ingin menguasai harta warisan. Lebih baik diam mengikuti aturan keluarga. Iklaskan harta tersebut dan menjauh dari urusan berebut harta.

Teringat kata-kata ibu pada Ayah saya, “Tak masalah, meski pada akhirnya kita tidak mendapatkan harta warisan. Kita sudah diberi ilmu oleh orang tua, itu sudah merupakan harta yang paling berharga. Dengan ilmu itu kita bisa memiliki apa yang kita miliki hari ini, tak perlu harta itu karena kita sudah berkecukupan”.

Semoga bermanfaat bagi kita semua.🙂

5 pemikiran pada “Kata Ibu, Tentang Harta Warisan

  1. Iya kalau soal warisan berdasarkan hukum islam, insya Allah ga ada pertikaian ya..tapi memang kebanyakan di lingkungan kita sehari-hari, hal yang buat pecah antar keluarga yaitu harta..terutama harta warisan..

  2. Ia mbak pernah juga denger dari ayahku,

    “wak, org tuamu ini g bisa kasi tanah ato apa itu sebagai warisan kekamu besok, yg kami warisin cuma ilmu, yg tentunya kelak lebih berguna bagimu dibanding materi”

Tinggalkan komentar, kritik dan saran mu di sini Sob... :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s