Hari Inspirasi

GEDEBAG… GEDEBUG… GRUBAG… GRUBUG..

“Aww…”

Tiba-tiba muncul sesosok wanita paruh baya dari balik pintu kamar, mengintip keributan yang sedang terjadi di luar kamar.

“Bu, lihat kaos kakiku nggak?” gadis itu bertanya sambil meringis kesakitan dan menggosok-gosok jari kakinya yang sudah berani beradu dengan kaki kursi.

“Enggak… “ Mata wanita yang dipanggil “ibu” itu mengikuti kemana arah anak perempuannya berjalan.

“Mau kemana pagi-pagi?” tanyanya.

“Helm… Helm…” seakan tidak mendengar apa yang diucapkan ibunya, ia berlari ke arah kursi tempat helmnya tergeletak.

“Berangkat dulu ya Bu…” gadis itu mencium tangan ibunya dan langsung melipir ke luar rumah lewat pintu belakang.

“Mau kemana?” kejar ibu.

“Hari ini Kelas Inspirasi Bu…. ”  katanya sambil berusaha menghidupkan motor bebeknya.

“Nggak sarapan dulu?”

“Udah telat nih….”

“Baru juga jam enam…”

“Berangkat dulu, Assalamu’alaikum!”

“Wa’alaikumsalam, hatihati jangan ngebut di jalan…”

………………………………..

Senin, 29 September 2014 : 06.45 WIB

Upacara Bendera sedang berlangsung di SDN Dadapan 01, Bondowoso. Ada yang tidak biasa dengan upacara bendera kali ini. Anak-anak melirik penasaran pada orang-orang berbaju orange dan beberapa orang berbaju bebas yang ikut berbaris di jajaran guru. Tak hanya itu, orang-orang berbaju orange itu juga ada yang berkeliaran di sekitar mereka dengan membawa kamera. Sesekali mereka mengabadikan moment-moment yang terjadi saat upacara bendera berlangsung.

“Amanat pembina upacara…” suara protokol upacara bendera menggema, diikuti perintah istirahat di tempat oleh pemimpin upacara. Para siswa mulai mengalihkan perhatian pada sosok laki-laki berwibawa yang berdiri di tengah-tengah lapangan upacara.

“Anak-anak, dua minggu yang lalu, Bapak sempat mengatakan bahwa kita akan kedatangan tamu. Mereka adalah kakak-kakak dari kelas Inspirasi. Hari ini, mereka datang dan akan menginspirasi kalian, khususnya kelas 4, 5 dan 6. Ikutilah Kelas Inspirasi ini dengan baik dan tertib. Sekali lagi, saya ucapkan selamat datang kepada kakak-kakak Kelas Inspirasi di SDN Dadapan 01….”

Demikianlah inti dari amanat pembina upacara yang disampaikan oleh Bapak Kepala sekolah SDN Dadapan 01. Kami selaku relawan Kelas inspirasi, merasa terharu karena beliau menyambut kami dengan sangat baik dan mendukung penuh adanya kegiatan ini.

Seusai upacara bendera, khusus kelas 4, 5, dan 6 dikumpulkan kembali bersama dengan para relawan, kepala sekolah dan wali kelas. Pada moment itu, kami para relawan memperkenalkan diri dan memberikan gambaran tentang Kelas Inspirasi yang akan diadakan hari ini. Semangat kami berkobar ketika melihat antusias anak-anak itu. Mereka begitu bersemangat dan mulai terlihat penasaran pada orang-orang asing yang ada di hadapan mereka.

Ada kakak-kakak yang berbaju orange, ada Mbak-Mbak dan Mas-Mas dengan name tag yang mudah mereka baca nama dan profesinya.

Kak Indra, selaku fasilitator rombongan belajar SDN Dadapan 1, memberikan yel-yel yang menambah semangat untuk mengawali kelas Inspirasi pagi itu.

Ketika Kak Indra meneriakkan kata “KELAS….” otomatis disahut oleh siswa siswi dengan kata “INSPIRASI!” mereka mengucapkannya dengan mengacungkan jari tulunjuk ke atas, kemudian memutarnya seiring berputarnya tubuh mereka.

Selanjutnya Kak Indra berteriak lagi “BONDOWOSO…” dan secara otomatis mereka mengepalkan tangan ke atas sambil melompat dan meneriakkan “YESS!”

“SDN Dadapan 01!” Sekali lagi mereka mengepalkan tangan dan melompat sambil berteriak “YA!”. Semangatnya itu Luar Biasa.🙂

Kebetulan, saya menjadi fasilitator kelas 5. Jadi setiap kelas nanti akan didampingi oleh satu relawan panitia. Relawan pengajar di SDN Dadapan 1 ada empat orang, Yaitu Mbk Ajeng (Penulis), Pak Aji (Developer), Pak Ramli (Dosen), dan Pak Yourdan (Lurah). Keempat pengajar itu akan mengajar di tiga kelas secara bergiliran.

Setiap pengajar memiliki cara unik tersendiri untuk menyampaikan 4 pesan dalam Kelas inspirasi yaitu, kejujuran, kerja keras, pantang menyerah dan kemandirian.

Mbak Ajeng mengajarkan siswa-siswi untuk memiliki 5 hal dalam mencapai cita-cita mereka. Diantaranya adalah Usaha, Semangat, Restu orang tua, Berdoa dan Berani. Berani untuk gagal dan juga berani untuk sukses.🙂

Pak Aji sebagai developer, mengajarkan bahwa sebagaimana bangunan, apa pun  yang kita lakukan harus dimulai dengan pondasi yang kuat. Untuk mencapai cita-cita yang tinggi juga harus memiliki pondasi yang kuat, yaitu niat, rajin belajar dan semangat yang tinggi.🙂

Pak ramli mengajarkan, untuk menjadi seorang dosen, harus rajin belajar dan jangan sampai putus sekolah. Butuh sekolah selama 19 tahun untuk mencapai semuanya, oleh sebab itu, anak-anak harus tetap semangat dalam mencari ilmu dan mencapai cita-cita.🙂

Yang terakhir adalah Pak Yourdan. Beliau mengajarkan kepemimpinan. Anak-anak diajarkan untuk terus mengenyam pendidikan setinggi langit, bermimpi setinggi-tingginya, selain itu mereka diajarkan untuk disiplin dan jujur.🙂

Selain empat orang pengajar ini, masih banyak lagi relawan pengajar di rombongan belajar lainnya yang pastinya sangat menginspirasi bagi siswa-siswi SD di Bondowoso. Ada yang berprofesi sebagai pengusaha, ada juga sebagai musisi dan komposer, pegawai bank, dan lain sebagainya. Tidak bisa diceritakan di sini, bagaimana mereka berkreasi untuk menginspirasi anak-anak itu, karena saya berada di rombongan belajar yang berbeda (ada empat rombongan belajar, yaitu SDN Dadapan 1, SDN Dadapan 2, SDN Wanisodo dan SDN Taman) dan karena keterbatasan ruang dan waktu yang saya miliki.

Saya pribadi sebagai fasiliator, merasa sangat beruntung karena ikut terinspirasi oleh para profesional ini. Mereka dengan tulus berbagi, meluangkan waktu dan tenaganya untuk mengajar di Sekolah dasar yang jauh dari tempat tinggal dan tempat ia bekerja. Saya juga bisa melihat dan mendengar, bagaimana perjalanan hidup mereka dan apa yang telah mereka lakukan sehingga bisa meraih kesuksesan.

Sangat tepat, kalau tujuan Kelas Inspirasi ini adalah untuk melihat secara langsung keadaan pendidikan yang sebenarnya di Indonesia. Anak-anak itu, ketika saya tanya mau jadi apa? Banyak yang masih bingung dan tidak tahu untuk apa mereka sekolah, dan mau jadi apa mereka nantinya. Ada yang menyebutkan ingin menajadi “Begalan” atau penculik anak. Na’uzubillah. Ada juga yang ingin menjadi “tukang kebun”. Memang pekerjaan itu halal, tapi di sini kita ingin membuat mereka bermimpi setinggi-tingginya sehingga nantinya akan berusaha sekuat tenaga untuk mencapai cita-citanya.

Alhamdulillah, setelah mengikuti kelas inspirasi, mereka yang awalnya tidak memiliki mimpi dan cita-cita, kini jadi berani bermimpi dan bersemangat untuk mencapai cita-citanya. Pada sesi terakhir, yaitu penulisan cita-cita, saya melihat ada yang ingin menjadi pilot, astronot, pemain sepak bola, artis, guru, bahkan presiden!😀

Dengan bangga mereka menunjukkan cita-cita yang sudah ditulis di sticky note warna-warni yang sudah saya bagikan. Sambil tersenyum mereka berkata “Saya ingin menjadi……”

Tidak dipungkiri, kami merasa lelah, tapi tidak dipungkiri juga kalau kami merasa puas dan ada kebanggaan luar biasa pada anak-anak ini, pada mereka yang mau merelakan waktu, dana dan tenaganya, serta pada semua pihak yang mendukung diselenggarakannya kelas Inspirasi Bondowoso.

Kelas Inspirasi memang tidak akan langsung menyulap anak-anak Indonesia menjadi orang yang sukses nantinya. Kelas inspirasi hanyalah pemicu, timbulnya cita-cita. mimpi dan harapan. Kelas Inspiraisi hanyalah awal, jangan pernah berhenti sampai di sini. Kita harus bahu membahu membangun bangsa yang cerdas dan bermartabat.😀

Lihat balon-balon itu. Mereka terbang membawa asa putra-putri Bondowoso. Semoga tercapai cita-cita kalian.😀

……………………………………….

Embedded image permalink

Bersama Anak-Anak yang Amazing🙂

 

Embedded image permalink

Pelepasan balon cita-cita🙂

NB: Ide tulisan ini lompat-lompat, karena yang nulis pikirannya lagi lompat-lompat. Semoga bisa dipahami😛

 

Tinggalkan komentar, kritik dan saran mu di sini Sob... :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s