Kembali ke titik nol bersama novel “To Kill A Mockingbird”

To Kill a mocking bird.3

To Kill a Mockingbird adalah sebuah novel klasik karya Harper Lee. Saat pertama kali membaca judulnya, saya langsung penasaran. Apa itu mockingbird? Apa itu benar-benar nama seekor burung atau hanya ungkapan?

Saat saya membaca sampul belakang tentang ulasan novel ini, disebutkan tentang permasalah antara orang kulit putih dan orang kulit hitam. Lalu apa hubungannya dengan Mockingbird seperti yang disematkan di halaman depan?

Pada bab pertama, saya masih diliputi penasaran karena cerita diawali dengan cerita tentang anak perempuan bernama Scout yang menjalani hari-hari pertamanya bersekolah. Dia memiliki kakak bernama Jem dan ayahnya adalah seorang pengacara bernama Atticus Finch. Scout dan Jem tak memiliki ibu. Mereka dibesarkan oleh ayahnya, dibantu oleh seorang wanita kulit hitam bernama Carlpurnia. Cerita yang disuguhkan pertama kali ya tentang dua anak ini. Tentang dunia anak-anak yang penuh rasa penasaran dan rasa ingin tau. Mereka penuh kepolosan dengan hidup yang mereka jalani.

Mereka hidup di tengah masyarakat di sebuah kota tua bernama Maycomb County.

Perlahan-lahan, melalui sudut pandang gadis kecil bernama Scout ini, Harper Lee mengajak saya untuk melihat lebih dalam tentang karakter orang-orang di Maycomb. Aturan-aturan tak terulis yang ada di sana, budaya dan kepercayaannya. Melalui Scout, saya diajak melihat rahasia-rahasia umum yang tak terungkap dikalangan orang dewasa. Kepolosan gadis kecil ini seakan mengajak kita untuk kembali pada titik nol diri kita. Dimana pada awalnya kita semua adalah orang yang polos tanpa prasangka negatif. Setelah membaca buku ini, kita akan merasa penasaran bagaimana kita bisa menjadi seperti sekarang ini? Menjadi orang yang penuh dengan prasangka negatif. Padahal apa yang kita lihat sama sekali tidak cukup kuat untuk dijadikan sebuah pernyataan paten tentang seseorang.

Dari sudut pandang scout, kita diajak untuk melihat kenyataan di balik label paten yang telah diberikan masyarakat kepada seseorang. Label yang sama sekali jauh dari kenyataan. Banyak rahasia di dalam diri seseorang yang membuat kita tidak berhak untuk menjustifikasi seseorang semau kita.

Dalam cerita ini, Atticus Finch adalah seorang pengacara yang sangat berani. Ia mencoba mengungkap sebuah kebenaran yang dirahasiakan oleh orang-orang Maycomb. Mencoba membuka mata orang-orang Maycomb tentang kenyataan dibalik kulit hitam dan kulit putih. Mencoba mendobrak tradisi yang menancap kokoh di Maycomb.

Atticus Fich, sedang mecoba membela seorang kulit hitam yang tidak bersalah. Orang yang dibela Acticus ini di umpamakan sekor Mockingbird, yaitu sejenis burung murai bersuara merdu. Mockingbird tidak merusak tanaman di kebun, juga tidak mengganggu dengan membuat sarang di gudang. Mereka tidak melakukan apa pun kecuali bernyanyi dengan tulus untuk kita nikmati. Begitu pula dengan Tom, seorang kulit hitam yang dituduh memperkosa seorang kulit putih. Padahal tak ada hal buruk yang ia lakukan selain ingin membantu.

Proses pengungkapan disajikan dengan sangat menarik. Cerita yang disuguhkan sangat rasional sehingga membuat kita benar-benar akan merasa bersalah karena sudah membiarkan diri ini terpengaruh oleh prasangka negatif. Semua suasana, semua situasi, semua gambaran emosional diungkapkan secara detail sehingga saya sebagai pembaca benar- benar dapat merasakan apa yang terjadi di sana.

Selain itu, ada tokoh yang sangat misterius dan sangat membuat saya penasaran hingga akhir. Dia adalah Boo Radley.Β  Tokoh yang sangat misterius dari awal hingga di akhir cerita. Kemunculannya menjadi akhir cerita yang mengesankan. Novel ini benar-benar tidak ingin membuat pembacanya segera move on.

Ada pesan yang sangat mendalam yang sayang rasakan saat membaca novel ini. Saya sangat setuju dengan ucapan Atticus Finch berikut ini.

“Kau tak akan pernah mengenal seseorang sampai kau berada dalam posisinya dan mencoba menjalani hidupnya.”

Ah, pokoknya baca deh! Nanti kamu akan tau bagaimana rasanya. Keren banget pokoknya! πŸ˜€

Iklan

7 pemikiran pada “Kembali ke titik nol bersama novel “To Kill A Mockingbird”

    • Haii mas Adrian lama tak bersapa riaa.. πŸ˜€
      Alhamdulillah kabarnya baik. Pengen nanya “Kemana aja nih?” tapi malu, soalnya saya juga jarang update sekarang. hahaha

Tinggalkan komentar, kritik dan saran mu di sini Sob... :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s