Dunia yang Sebenarnya

Kadang kalau lagi diam dan berfikir. Kita akan menyadari bahwa dunia itu tak seindah dan semudah seperti yang kita pikirkan. Dunia dalam teori tak sama dengan kenyataannya. Jadi, ini saya sadari setelah lulus kuliah. Biasa lah, anak sekolahan yang idealis dan baru melihat “dunia yang sebenarnya”.

Awalnya memang kaget, tak menerima dan ingin rasanya melawan hal-hal yang tidak sesuai dengan teori kehidupan yang kita dapatkan di bangku sekolah. Tapi setelah benar-benar mengerti, mengenal dan memahami, ini adalah “dunia yang sebenarnya” dan tidak dapat berubah hanya karena kita tidak menyetujuinya.

Bahkan orang yang kelihatannya bijak, tak dapat lari dari urusan dunia yang tak sesuai dengan teori. Bisakah saya hidup tanpa terlibat dengan “dunia yang sebenarnya”?

Ingin hidup biasa saja, sederhana saja tanpa ikut terlibat dengan mereka yang bererlomba-lomba dalam “dunia yang sebenarnya”.

Saat ini saya masih berfikir, dan diam saja saat mendengarkan komentar mereka yang membiarkan dirinya masuk ke dalam “dunia yang sebenarnya”. Karena saya masih belum tau kemana harus melangkah. Bahkan untuk memberontak pun, saya tidak tau harus memberontak yang bagaimana. Urusan “dunia yang sebenarnya” menyinggung banyak aspek. Jadi saya harus keluar diam-diam dengan alasan yang logis. Dan itu masih saya pikirkan.

7 pemikiran pada “Dunia yang Sebenarnya

  1. Yap. Benar sekali mbak.
    Bahkan belum lulus pun, saya agaknya sudah merasakannya waktu KKM ( Pengabdian Masyarakat ) di awal ramadhan kemarin.
    Allah .. benar benar tahu, seperti apa itu hidup bermasyarakat dalam dunia yang sebenarnya. Bahkan terkadang, jika sudah dihadapkan dengan berbagai kondisi yang ada, teori yg selama ini terpelajari pun seakan sirna begitu saja😀

    • Iya, kalau sudah begitu harusnya kita kembali ke jalan yang sudah Allah tunjukkan. Tapi, kita ngga bisa frontal menentang sesuatu yang ngga sesuai dengan teorinya. Jadi ya harus pelan2 cari jalan, supaya tidak menyakiti pihak2 lain…🙂

      • He’eh, betul banget.
        Kadang kan pemikiran, budaya, bahkan keyakinan setiap orang pun berbeda-beda ya ?
        Intinya, dari hati ke hati lah🙂

  2. kadangkala kita memang dihadapan yang ga sesuai dengan keinginan kita ya🙂 … mudah2an kita bisa nerima dan bersyukur apa yang telah diberikanNya, tapi kita tetap berusaha memperbaiki setiap hari🙂 #sokbijakAku😀

Tinggalkan komentar, kritik dan saran mu di sini Sob... :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s