Penpal

“Hi..”

“How’re you doin?”

“Hi, I’m fine, thanks. How about you?”

“I’m verry well..”

“Where do you come from?”

“I’m from China, and you?”

“I’m form Indonesia”

……

Kira-kira seperti itu percakapan standar yang sering saya lakukan jaman dahulu kala. Eh, nggak jadul-jadul amat sih, jaman kuliah saya masih suka beginian. Waktu itu masih seneng banget cari temen yang berbeda kebangsaan. Selain untuk mengasah kemampuan barbahasa Inggris yang belepotan, ada harapan juga suatu saat saya bisa bertemu dan mengunjungi negaranya:mrgreen: .

Banyak hal menyenangkan saat berbicara dengan mereka. Seringnya, saya berteman dengan mereka yang ingin mengetahui dan belajar budaya dari berbagai negara. Jadi lewat pertemanan itu kami bisa cerita berbagai keunikan yang dimiliki negara masing-masing.

Penpal yang saya dapatkan, biasanya bukan dari chatting di YM atau di media chatting lainnya. saya sengaja mencari di situs-situs penpal. Saya juga sempat memasang profil di situs-situs itu. memperkenalkan diri, dan menerangkan maksud dan tujuan ingin berteman dengan negara lain.

Misalkan, di deskripsi diri kita tulis:

“Hi, I’m Anis  from Indonesia. I’m 19yo and I’m a student. My hobby is reading and traveling. I’m very corious with culture in other country. I wanna make friends with people all around the world. So, don’t hesitate to send me message. Let’s be friend!”

Tapi ada juga yang mengkhususkan maksud dan tujuannya seperti ini.

“Hi, my name is Jack. I’m from France. Next month I’ll go to Japan for traveling. So, are you Japan? Call me…”

Yah, kira-kira begitulah. Mereka menulis deskripsi diri beserta maksud dan tujuan berteman. Dengan begitu, kita jadi bisa memilih, teman mana yang ingin kita ajak ngobrol, topik apa dan dari negara mana. Kira-kira mereka welcome atau enggak? Kira-kira akan nyambung atau enggak sama mereka yang ingin kita ajak ngobrol? Jadi nggak sembarang orang dengan tujuan yang tidak jelas.

Untuk menghubungi, kita langsung dihubungkan dengan email pribadinya. Melalui email itu percakapan bisa berlanjut ke media yang lainnya misalkan chatting di facebook, skype, twitter, G+, etc. Seperti teman saya yang satu ini, dia dari Korea. Pertemanan kami di mulai dari situs penpal, lanjut berkirim email dan kemudian berlanjut lagi chatting di facebook. Sampai sekarang masih bertahan. Meski sudah jarang komunikasi. Soalnya dia udah punya girlfriend.:mrgreen:

Selama bermain-main dengan dunia penpal, ada beberapa teman yang asik banget di ajak ngobrol sehingga pertemanan kami cukup lama. Saya pernah berteman lama dengan orang berkebangsaan Australia, Korea, Cina, Jepang, dan Negara Timur Tengah (lupa nama negaranya:mrgreen: ). Memang kebanyakan saya carinya orang asia. Ngefans banget sih, sama negara Jepang dan Korea😛 .

Senang sekali berteman dengan mereka. Kami saling bertukar informasi, foto dan banyak ilmu pengetahuan. Pernah waktu itu saya dikirimi foto cherry blossom yang lagi mekar di kampus penpal saya. Dan itu keren banget! Beda rasanya, lihat foto-foto di google dengan difotoin langsung. Jadi tambah mupeng pengen ke sana!

Ada lagi yang minta dijelasin cara bikin Tape (makanan khas daerah saya, Bondowoso). Teman saya ini hobi masak, jadi dia excited banget kalo ngomongin makanan. Dengan bahasa yang belepotan saya jelasin, untungnya dia mengerti😀 .

Sampai sekarang, bahasa inggris saya masih belepotan. Masih perlu banyak belajar, baik writing maupun speaking. Sering typo, sering pake bahasa sekenanya. Tapi Alhamdulillah tetep PeDe. Hahaha (Red: tebal muka). Yang bikin saya PD ngomong atau nulis Inggris meski belepotan, karena saya bukan orang Inggris. Lah, wong orang native aja suka salah grammar, salah ngomong dan dan suka typo, apa lagi kita? So, santai aja. Kata tentor online saya, ga usah perdulikan tentang grammar, orang native  ga meributkan grammar, kenapa kita harus ngeributin itu? mereka suka salah ngomong dan typo, kenapa kita nggak boleh? Bahasa adalah alat. Inti dari komunikasi adalah “nyambung”. Kalau lawan bicaramu bisa menangkap apa yang kamu maksud, berarti kamu sudah melaksanakan komunikasi dengan baik.

Wah, habis nulis ini saya jadi kangen sama penpal-penpal yang sekarang tak tau kemana rimbanya. Sampai saat ini hanya dua penpal yang masih bertahan (They’re rock!😀 ). Jadi yang ingin saya sampaikan di sini sebenarnya adalah, nggak usah takut belajar bahasa orang, nggak usah takut dibilang sok-sok English, sok sok Korea, sok-sok Jepang, dll. Sok sok English, Korea atau Jepang aja mereka nggak berani, kan mending kita, mau belajar. Jadi semangat buat kalian yang lagi belajar bahasa apa pun. Saya sempet belajar bahasa Korea, Jerman dan Jepang tapi putus di tengah jalan. Semoga lain waktu bisa dilanjutkan.😀

Tinggalkan komentar, kritik dan saran mu di sini Sob... :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s