Hati-Hati di Jalan

Menjelang Ramadan sampai lebaran, suasana jalan raya memang semakin padat. Oleh karena itu kita harus selalu ekstra hati-hati. Memang sih, kalau udah waktunya dicabut nyawa ya dicabut aja, tapi sebelum itu kan kita harus melakukan ikhtiar untuk melindungi diri.

Saya banyak menemukan pengendara sepeda motor yang dengan PD nya ngebut-ngebutan nggak pake Helm. Mas, Mbak, itu tempurung kepala Cuma satu-satunya lho… Kalau pecah ngga bisa beli di toko mana pun! Kok ya PD amat gitu, ngebut-ngebutan dengan rambut berkibar-kibar. Kadang juga bawa anak kecil tapi ngebutnya minta ampun, sering ngerem mendadak atau belok tiba-tiba nggak kasih tanda. Ada juga yang dengan pedenya nyetir konsentrasinya sama Handphone yang dia pegang. Kayanya sih lagi SMS Tuhan, laporan kalau mau menghadap (ini twitt salah satu teman:mrgreen: ).

Sebagai pengendara motor, saya selalu memakai helm baik itu perjalanan jarak dekat atau jauh. Selain untuk melindungi tempurung kepala kita yang satu-satunya dan ga bisa dibeli di toko manapun, saya pakai helm untuk melindungi diri dari laki-laki pengoda (ahaha). Cowok kan mesti gitu, entah cewek cantik atau jelek, pokoknya “cewek” main di goda aja. Kalau pake helm masih aman, setidaknya yang mau godain intip-intip dulu, mbak-mbak apa ibu-ibu ya. Haha.

Sering tuh, adek saya ngetawain, padahal Cuma mau pergi ke toko yang jaraknya 300 m aja pake helm. Heh, ini kepala… Lagian ga suka ah, kerudung berkibar-kibar ga karuan. Ada cerita tetangga saya, dia meninggal gara-gara jatuh dari motor dan nggak pakai helm, padahal jarak tempuhnya nggak sampai 100 m dari rumahnya. Nah, kan bukan jaraknya deket atau jauh. Namanya sudah naik kendaraan bermotor di jalan raya, ada resiko besar untuk mengalami cidera parah saat terjatuh.

Oleh karena itu, hati-hati di jalan ya teman-teman, pakai perlengkapan keaman saat berkendara. Sedih deh, lihat banyak kecelakaan, apa lagi sampai meninggal dunia padahal lebaran tinggal beberapa hari lagi. Harus lebih sabar lagi di jalan, lebih konsentrasi dan jeli memperkirakan pengendara bermotor yang arahnya nggak jelas (mau ke kanan, atau ke kiri tanpa tanda). Kalau sudah hati-hati tapi masih kecelakaan juga, ya itu takdir. Yang penting kita sudah usaha sebelumnya.

Selamat menyambut lebaran🙂

9 pemikiran pada “Hati-Hati di Jalan

    • iya mba wajib, sayang sama kepala kita. Helm pecah bisa beli lagi, nah kalo kepala yang pecah? mau beli dimana?

      iya ngeri banget, coba kendaraan umum diperbaiki gitu fasilitasnya, jadi kan orang lebih milih pake kendaraan umum dari pada kendaraan pribadi…

      itu kampunya mba ely di Jerman? kenal sama mba Nella… dia di Jerman juga😀

  1. wah kita sama.. *tos
    jauh dekat harus pakai helm walaupun berdampak diketawain orang rumah..
    heran lagi yang udah bawa motor ngebut, gak pakai helm, sambil megang rokok pula. Niat bgt buat gak sengaja bunuh diri..

  2. Iya, mudah2an sih lebaran ini ga ada kecalakan kalau bisa ya…memang kadang sering kita lihat berboncengan 3 dengan jarak yang jauh untuk pulang kampung. Terus dengan bawaan yang banyak banget. Sedih kalau lihat ada yang kecelakaan gitu, niat mau bergembira nyambut lebaran, tapi malah berduka.. mudah2an aja nanti pada sadar peraturan lalu lintas ya..aamiin

    • pengennya sih gitu mas, tapi kemaren aja udah dapet kabar dua kecelakaan dalam sehari…
      Sedih banget lebaran malah kehilangan anggota keluarga.😦
      AMiin… semoga para pengendara sadar peraturan lalulintas demi keselamatannya sendiri…

Tinggalkan komentar, kritik dan saran mu di sini Sob... :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s