Kecelakaan di Depan Mata

Setelah saya ingat-ingat, ternyata nggak Cuma satu atau dua kali saja saya menjadi saksi kecelakaan di jalan raya. Selain “gara-gara sepatu model 2012” dan ” Kejadian kemarin sore” masih ada peristiwa kecelakaan lainnya yang pernah saya lihat di depan mata saya sendiri.

sumber gambar, klik gambar

Pengalaman pertama saya melihat kecelakaan di jalan raya adalah ketika saya masih di Sekolah Dasar. Waktu itu saya dan teman-teman sedang jalan-jalan sore. Hingga sampai lah kami di sebuah jembatan. Jembatan itu diapit dua jalan raya yang menanjak (jembatannya juga jalan raya). Jadi jembatan itu seperti lembah. Kami berhenti di pinggir jembatan itu untuk melihat pemandangan sungai dan sawah yang ada di bawahnya. Jalanan saat itu sangat sepi. Tiba-tiba dari arah jalan menanjak yang ada di sebelah kanan kami, ada tiga orang bapak-bapak pengangkut labuh (manisa) yang mengendarai sepeda ontel. Mereka bergerak sangat cepat dari atas sana untuk menghadapi tanjakan selanjutnya. Bapak-bapak itu berjalan ngebut sambil bercanda. Dua bapak pengangkut labuh sudah berlalu, tinggal satu yang masih berada agak jauh di belakang. Entah mengapa ban depan sepeda bapak pengangkut labuh yang ke tiga ini tiba-tiba meliuk-liuk tidak seimbang. Karena ngebut, bapak itu tidak bisa mengendalikan sepedanya, akhirnya dari atas sana bapak itu jatuh terpelanting keras dan ter serok di aspalan hingga ke pinggir jembatan dimana kami berada. Sepedanya juga terpelanting ke tengah jalan. Ban depan sepedahnya menjadi keriting, labuh yang diangkut juga berserakan. Bapak tadi berteriak minta tolong pada dua temannya yang sudah berlalu ditelan tanjakan. Tangan satunya menggapai-gapai seperti memanggil temannya, sedangkan tangan yang satunya bengkak dan tergeletak dalam keadaan bergetar hebat. Sepertinya tangan itu langsung berhadapan dengan aspal.

Perasaan kami? Jangan tanya…. Saking syoknya, saya dan teman-teman yang lainnya hanya terdiam sambil ternganga melihat adegan itu. Lutut saya terasa lemas. Kami sempat bingung mau berbuat apa. Mau menolong tapi takut. Akhirnya teman-teman cowok berlari mencari pertolongan. Kami pun ikut berlari meninggalkan bapak itu. Akhirnya bapak itu ditolong menggunakan akutan umum yang kebetulan lewat. Kabarnya, tangan yang bergetar hebat dan bengkak tadi itu meletus… Hiii…. Saya bener-bener ngeri membayangkannya.

Yang kedua waktu SMP… Waktu itu lagi duduk-duduk di alun-alun, terus nggak sengaja lihat cowok cewek boncengan dengan PeDeNya nerobos lampu merah,,, ngebut pula… Langsung deh dihadang sama mobil pickup….. Berantakan dahh…. Yang cewek sampe ndelusup ke kolong mobil…

Yang ketiga waktu SMA. Ini terjadi ketika saya sedang jalan kaki pulang sekolah. Waktu itu jalanan lagi rame (kan pulang sekolah). Kejadiannya di perempatan lampu merah dan kebetulan  lampunya lagi merah…  Hehe.

Lampu baru aja merah, para mengendara kendaraan bermotor yang kebanyakan sepeda motor mulai menurunkan kecepatannya. Sedangkan dari arah berlawanan, lampunya sudah hijau. Kendaraan dari arah berlawanan penuh sesak. Ada satu pengendara sepeda motor dari arah lampu hijau itu yang ngebut seenaknya padahal jalanan lagi ramai. Akhirnya, setirnya menyenggol mbak-mbak yang sedang tidak stabil menurunkan kecepatannya untuk menghadapi lampu merah… Akhirnya terjadilah kecelakaan beruntun. Pengendara di belakang dan samping mbak-mbak yang jatuh tadi, kena semua. Serpihan sayap dan kaca sepeda motor berhamburan sampai ke tempat dimana saya berada (saya kan tepat berada di seberangnya). Sandal jepit kemana-mana, mbak yang tadi di tolong, pas dibuka helmnya mulutnya penuh darah.. Huh.. Pokoknya bikin syok dan lemes deh….

Yah, kira-kira itu pengalaman saya menjadi saksi mata kecelakan di jalan raya… Semoga kalian selamat di jalan ya… Dan nggak mengalami seperti apa yang saya lihat.😀

26 pemikiran pada “Kecelakaan di Depan Mata

  1. dua kali berturut-turut aku melihat kecelakaan, kebetulan kisah tabrak lari..
    korban benar-benar ditinggal lari..

  2. Pertama, laporannya lengkap sekali nis, ku sarankan kamu melamar jadi Wartawan,🙂
    Kedua, prihatin, itu tangan meletus gimana ceritanya…??😦
    Tiga, semoga kita semua diberi lindungan-NYA, amiiin…

    • hahaha…. iya kaahhh?? lengkap ini mas?? padahal cm pengen cerita sejelas2nya… kwkwkw

      gk mau jadi wartawan… mau jadi yg jalan2 aja…😀

      emmm….. aq jg nggak begitu paham mas… pokokx ceritanya meletus katax…. hiiiyyy

      Amiiiiiiiinn😀

  3. hebat sampe lebih dari sekali jadi saksi kecelekaan lalin. Aku berharap ga pernah ngeliat langsung. Apalagi klo korbannya sampe berdarah2, bisa mual2😀

    • sama mbk, saya jg kalo liat yg berdarah2 ato yang keji2 gitu langsung uek uek… mual…😛

      humm…. iya moga sy jg gk lihat kejadian seperti itu lagii….

  4. waduh udah 3 kali jadi saksi mata, berarti yg “gara-gara sepatu model 2012” itu yg ke 4..
    tapi sayang sepertinya kamu An, pas lagi kejadian tidak membawa kamera atau emang lupa saking syoknya jadi tidak di jepret…

    yah begitulah di jalan raya banyak kecelakaan berawal dari kecerobohan, ugal ugalan terutama kebut mebutan…

    • haha…. masa’ ada kecelakaan sayanya sibuk jeprat-jepret?!
      kalo wartawan sih santai aja… emang kerjaanx… saya mah, syokx aja cukup bikin pengen kabuur… hwhw

      hu’um…. waspadalah waspadalahh d jalan raya!😀

Tinggalkan komentar, kritik dan saran mu di sini Sob... :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s