Kemarin Sore

Kemarin sore, saya dan ibu duduk-duduk di teras depan rumah. Tiba-tiba datang seorang wanita paruh (tiga per empat sih tepatnya) baya datang menghampiri. Pakaiannya cukup unik untuk wanita seumurannya. Dia memakai kemeja berwarna biru, di lengan kanannya tertempel nomor-nomor yang tidak saya mengerti itu nomor apa. Nomor itu semacam bet yang ditempelkan dengan menggunakan banyak peniti, bukan di jahit. Untuk bawahannya, dia menggunakan celana pendek berwarna orange. Asesoris di tangan dan lehernya beggitu nyentrik dan unik. Rambutnya dikuncir kuda tak karuan. Sambil menghisap batang rokok yang tinggal seujung jari, dia menghampiri kami.

“Bu Jenawi ada bu?” (Bu Jenawi, tetangga saya)

“Oh, engga ada Bu. Pergi ke rumah cucunya sejak kemarin..”
Ibu itu lalu ikut duduk di teras bersama kami. Terlihat dia membawa bungkusan.

“Apa itu Bu?” tanya Ibu saya.

“Telor bebek… Katanya Bu Jenawi mau beli telor bebek, tapi kok ngga ada orangnya.” (Ngomongnya pake bahasa daerah, Madura)

“Ooooh… Coba lihat telornya. Ada berapa?”

“Ada 13 butir…”
“Ya sudah, saya saja yang beli… Berapa semua?”

Ibu itu terlihat senang. “kalau 13 di kali 1.500 itu berarti 20.500…”

“Wah pinter ya sampean ini…” padahal hitungannya salah, harusnya 19.500 ya.😀

“Hahaha… Bisa saja ibu ini” katanya sambil memukul lengan ibu saya dengan cukup keras. (bahasanya masih pakai bahasa madura ya)

“Ini bu uangnya” Ibu saya memberikan uang sebesar 25.000.

“Berarti kembali….”
“Nggak usah Bu, buat sampean saja…”
“Terimakasih…. Terimakasiih…” katanya dengan wajah sumringah.

Sebenarnya di rumah tidak ada yang suka telur bebek. Cuma mungkin ibu saya merasa nggak tega. Dia memang sering mondar-mandir di sekitar kampung untuk menjual telur bebeknya. Dia datang dari kampung yang jauh dengan berjalan kaki.

Wanita ini memang berbeda dengan orang kebanyakan. Orang bilang, otaknya agak miring gara-gara dulu ingin jadi tentara tapi nggak kesampaian. Kalau sudah kumat, biasanya dia suka teriak-teriak sambil memperagakan baris berbaris di tengah jalan.

Sekarang wanita itu sedang senyum-senyum karena semua telurnya telah terjual. Katanya dia bawa 135 butir telur dari rumahnya. Kemudian ibu itu bercerita dengan logat yang dibuat-buat dan bahasanya diubah menjadi bahasa Indonesia.

“Aku kemarin ke sini. Tapi tidak ada orang. Terus aku jalan ke belakang. Emm… Perkiraan itu jam satu. Aku cari-cari ke belakang. Tidak ada ibu. Bu Jenawi juga tidak ada. Terus aku pergi. Emmm… Lalu aku bawa telur. Tidak ada yang beli. Sudah sore, jadi aku pulang. Terimakasih, terima kasih”

Sebenarnya ceritanya lebih panjang dari itu. Cuma saya nggak ingat dia cerita apa saja. ibu itu menceritakan dengan dibarengi bahasa tubuh, terlihat sekali usahanya untuk menggunakan bahasa indonesia dengan baik. Biasanya, saya dan ibu bisa menahan tawa saat orang itu berbicara dengan gaya aneh dan sulit dipahami. Tapi entah mengapa waktu itu tak bisa menahan tawa. Akhirnya kami tertawa terbahak-bahak sambil bilang…

“Bu, Bu, sampean ini kok lucu sih….” untungnya ibu itu ikut tertawa, bukannya malah mengamuk. Kadang ibu saya takut dia kumat dan mengamuk.

Tak beberapa lama kemudian dia mohon pamit. Katanya mau sholat ashar di pondok dekat sungai.

“Bawa rukuh Bu?”
“Iya, bawa… Tadi saya solat duhur di kampung sana. Ada orang yang mempersilahkan saya sholat duhur di rumahnya. Alhamdulillah, saya diberi tempat yang sempurna untuk sembahyang”

Meski kata-katanya agak nggak karuan, tapi dalam hati ini saya berucap “Subhanallah”. Benar-benar kagum saya melihat wanita itu. Keadaannya memang tidak seperti orang pada umumnya. Tapi dia tetap rajin bekerja dan ingat sholat. Sedangkan ada orang yang sehat mental dan jasmaninya malah pura-pura sakit dan menjadi peminta-minta bahkan sampai meninggalkan sholat.

Pelajaran berharga juga buat saya untuk lebih bersemangat mencari rejeki dan rajin beribadah. Masa kalah sama Ibu itu?😀

11 pemikiran pada “Kemarin Sore

Tinggalkan komentar, kritik dan saran mu di sini Sob... :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s