Pesona Teluk Hijau (Green Bay, Banyuwangi)

Jalan-jalan (men) saya kali ini adalah ke se buah tempat yang EPIC banget bernama Teluk Hijau (Green Bay). Bener banget sih dibilang teluk hijau, karena airnya memang bener-bener hijau meeen…

Kali ini kami hanya berempat dan seperti biasanya, kita bolang “naik motor”. Minggu pagi, tanggal 22 Januari, kami berangkat dari jember menuju kota Banyuwangi. Kita sampai di Banyuwangi tengah hari. Banyuwangi Hot bangeet… dan kita nggak yakin mau terus ngelanjutin perjalanan ke Teluk Hijau hari itu juga. Akhirnya, kita putuskan buat istirahat dulu di salah satu rumah sobat, di daerah Purwoharjo.

Keesokan harinya, tanggal 23 Januari, kita berangkat pagi-pagi sekali dari Purwoharjo menuju kawasan Taman Nasional Merubetiri. Awalnya, kami percaya diri bisa sampai tujuan tanpa hambatan yang berarti, paling ya kesasar-sasar dikit, nanti bisa tanya sama penduduk sekitar. Ternyata…. Kami kesasar banget sampai gak tau harus ke arah mana. Daripada kelamaan cari jalan dan akhirnya kesiangan sampai di Teluk Hijau, kami putuskan untuk mampir lagi ke rumah salah satu sobat yang ada di Pesanggaran untuk mendapatkan informasi yang jelas dan lengkap. Dari Pesanggaran, kami langsung menuju lokasi Teluk Hijau. Kira-kira perjalanan selama satu jam telah kami tempuh tanpa nyasar lagi, dan akhirnya sampailah kami di Kawasan Taman Nasional Merubetiri.

Sebelum masuk, kita harus ijin dulu sama bapak petugas, baru deh melanjutkan perjalanan. Dari pintu gerbang, jalan udah berbatu nih, jadi kita harus konsentrasi ekstra. Beberapa kali teman kami yang dibonceng harus turun karena takut jatuh tergelincir. Yah, sebelas dua belas lah sama jalan ke Ranu Kumbolo.

Kira-kira setelah 15 menit perjalanan, kami sampai di……….. tempat parkir. Tempat parkir? Iya men, tempat parkir, jadi kita ke Teluk Hijau itu masih harus jalan kaki sekitar 500 meter gitu… Seru kan? Hehehe

Perjalanan di Mulai!

Perjalanan di Mulai!

Semangat!

Semangat!

Di tengah perjalanan

Di tengah perjalanan

Nah, sepanjang perjalanan 500 meter ini ada dua kategori cerita yang mau saya ceritakan. Pertama adalah cerita seru, yang kedua adalah cerita sial!

Cerita serunya, kita sempet kesasar masuk hutan menelusuri aliran sungai. Kaya di film-film adventure gitu deh… Haha. Tapi beneran deh, kita kesasar sampai masuk hutan karena petunjuk jalan yang ambigu dan jalan setapak yang menghilang. Itu terjadi saat kita sampai di Pantai Batu. Pantai yang gak berpasir, tapi berbatu. Di pohon ada tulisan dengan tanda panah “Teluk Hijau”. Melihat tulisan itu kami jadi mikir “ini udah sampai teluk hijau kah?” atau “Teluk hijau masih terus?”. Tapi jelas-jelas tulisan kawasan ini adalah “Pantai Batu”. Yang bikin kita tambah bingung, di pantai itu banyak orang yang duduk-duduk seakan-akan sedang menikmati indahnya teluk hijau. Tapi kita ragu. Teluk hijau yang kita tau, pasirnya putih, bukan berbatu seperti ini. Akhirnya kita putuskan untuk terus jalan. Saya menyadari, ada yang aneh di sana, orang-orang yang sedang duduk-duduk itu sepertinya juga gak yakin kalau itu teluk hijau. Mata mereka terus melihat kami yang nggak ikutan duduk di pantai itu. Benar saja, ternyata orang-orang yang duduk di pantai itu juga tersesat! Mereka semua mengikuti kami dari belakang.

“Mbak, mau ke teluk hijau ya? Saya juga, tapi nggak ketemu jalannya” katanya. Hahaha

Tak ada orang yang bisa kami tanyai. Pantai itu memang sepi, jarang d ikunjungi orang, dan kami semua baru pertama kali ke sini. Akhirnya, kita mencari jalan bersama-sama. Setelah lumayan lama keluar masuk hutan, menyusuri sungai, dan tidak menemukan jalan, akhirnya kami putuskan untuk menyusuri pantai saja. karena kami yakin, teluk hijau pasti ada di balik bukit yang ada di depan sana. Jalan setapak yang terputus itu arahnya ke bukit itu. Benar saja, memang itu jalannya! Dari tadi kami takut lewat pantai karena jalan yang sempit dan ombak yang cukup menakutkan. Hah!

Tapi akhirnya itu semua terbayar dengan keindahan Teluk Hijau…. Pantainya yang putih bersih, air laut yang hijau…. Benar-benar cemerlang memanjakan mata. Kami seperti menemukan harta karun! Langsung saja kita jingkrak-jingkrak berlarian di pantai. Seneng banget rasanya!

 

Oh ya, masih ada kategori cerita lagi, yaitu cerita sial.  Kembali lagi pada cerita saat  masih di Pesanggaran. Ceritanya, saya berencana memakai sandal jepit saja untuk jalan kaki ke Teluk Hijau. Tapi teman saya menawarkan sepatu karetnya untuk di pakai. Katanya lebih enak pakai itu ketimbang pakai sandal jepit. Okey, saya terima tawarannya meski awalnya sedikit ragu. Tapi, ternyata sepatu karet itulah yang membawa kesialan berturut-turut. Mulai dari awal parkir motor, saya jatuh terpeleset, dalam perjalanan juga jatuh terpeleset sampai dua kali. karena musim hujan, jalanan jadi berlumpur dan sangat licin. Tiga kali saya jatuh dengan gaya yang berbeda-beda, sedangkan teman-teman yang lainnya sama sekali nggak mengalami apa yang saya alami. Jadi, hanya baju saya saja yang penuh lumpur. Padahal sudah berencana foto cantik di sana. Gagal deh… Huhu. Nggak sampai situ saja, pulangnya saya diserang monyet gara-gara sandal itu juga. Dia kira saya membawa makanan, padahal sandal. Oh my God! Belum selesai juga sialnya, pulangnya saya jatuh dari motor di tikungan tajam gara-gara temen saya yang ke-PeDe-an  nggak nurunin kecepatan. Bener-bener konyol. Untung aja nggak ada yang terluka…

Yah, tapi tanpa itu semua, cerita perjalanan ke Teluk Hijau tak akan berkesan. See you again Teluk Hijau ^^

12 pemikiran pada “Pesona Teluk Hijau (Green Bay, Banyuwangi)

    • Waktu saya ke sana, masih jarang orang yg mengunjungi teluk ijo… Petunjuknya juga kurang jelas. Kalo sekarang mah udah rame, jadi ngga mungkin kesasar kayanya. Saya kurang tau ya, pantai rajegwesi itu dimana. Hehe😀

Tinggalkan komentar, kritik dan saran mu di sini Sob... :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s