Skiping Purba

(Posting nggak penting)

Sore itu adalah jadwal saya bermain skipping. Memang udah niat banget mau maen meski skipping-nya nggak ada. Loh? Iya, jadi waktu itu skipping saya baru saja putus talinya. Akhirnya saya meminjam skipping temen kost. Ada beberapa yang punya, dan saya memutuskan untuk meminjam skipping si Lusi (nama samaran).

Saya melakukan pemanasan beberapa menit, setelah itu langsung turun ke lantai bawah dengan membawa skipping itu. Seperti biasa, teman-teman yang lain lagi pada nonton TV di kamar markas, dan seperti biasa pula saya selalu belok dulu ke kamar itu sebelum skipping-an. Sekedar senyum-senyum menunjukkan keberadaan saya, atau kadang ikut melihat apa yang mereka tonton dengan serius sambil mulut menganga.

Kehadiran saya selalu membuat mata mereka melirik ke arah saya sejenak dan seakan berkata “Si Geje datang…”:mrgreen:

Setelah puas menampakkan diri, saya keluar lagi untuk memulai skipping-an. Saya hidupkan timer selama 30 menit dan, MULAI!

Baru beberapa lompatan, saya merasakan ada hal aneh. Skipping ini terasa lebih berat dan putarannya terasa lebih lambat. Ada bunyi seperti kayu dikeruk dengan besi setiap kali saya memutar tali. Karena penasaran, saya berhenti sejenak untuk mengamati. Saya lihat, pegangan skipping itu terbuat dari kayu yang tidak biasa. Pegangan skipping saya sebelumnya juga terbuat dari kayu, tapi terasa ringan dan terlihat mengkilap. Berbeda dengan skipping ini , kayunya terasa berat, terlihat kokoh dan usang. Sambungan antara tali dengan kayu juga terlihat tradisional, memakai sejenis besi yang dikaitan dengan talinya dan apabila kita berputar, besi besar itu juga ikut berputar sehingga menimbulkan bunyi seperti kayu di keruk. Tali skippingnya berwarna putih, seperti terbuat dari kabel yang sangat tebal dan kuat. saya takjub dengan skipping itu dan tidak tahan untuk memberitahukan pada teman-teman yang lain.

Teman-teman masih serius menonton TV, dan seperti biasa, ketika saya datang mata mereka melirik dengan tatapan yang seakan berbicara “Si Geje datang…”. Saat moment mereka mengalihkan pandangan pada saya itulah saya menunjukkan skipping si Lusi sambil bilang “Skipping purba…”

Mereka lantas penasaran dan melihat skipping yang saya bawa. Setelah melihat, mereka malah tertawa terpingkal-pingkal sambil bilang . “Teteh dengan polos bilang itu Skipping purba… Udah minjem juga, masih ngatain”

“Loh, ini beneran men… Skippingnya ga biasa…”

Tiba-tiba dari lantai atas si Lusi lewat, kelihatannya dia baru saja keluar dari kamar mandi. Langsung saja tanpa basa basi, salah satu teman saya memanggil dia.

“Lusii, nih si Teteh ngatain skippingmu skipping purba… Hahahaha.”

Tanpa disngka, ternyata si Lusi ikutan ketawa. Dia bilang…

“Iya, memang skipping itu punya papaku, dulunya punya kakekku, jadi umurnya itu udah sekitar 70 tahuan gitu…”

Oh My… Kita semua yang ada di lantai bawah berhenti tertawa dan tercengang. Ternyata, skipping itu benar-benar skipping purba. Sejak saat itu saya nggak berani lagi pinjem skipping si Lusi, takut nanti kenapa-kenapa. Kan sayang, itu skipping bersejarah…😀

8 pemikiran pada “Skiping Purba

Tinggalkan komentar, kritik dan saran mu di sini Sob... :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s