Membuka Hati

Dari judulnya sudah jelas kalau tulisan ini bakalan ngomongin soal hati, dan nggak jauh-jauh dari masalah virus merah jambul… Eh jambu😛 .

Ada nggak di antara kalian yang kalau sudah jatuh cinta, jatuh sejatuh-jatuhnya dan kalau sudah patah hati patah sepatah-patahnya? Kalau ada, toss dulu dong… Kita senasib.

Biasanya orang macam kita ini susah jatuh cinta, gara-gara terlalu memilih siapa yang akan dijatuhi cinta sejatuh-jatuhnya. Lebih antisipasi biar nggak patah hati. Soalnya, kalau sudah patah sembuhnya lama (huhu). Kadang iri deh sama orang yang gampang jatuh cinta dan gampang melupakan. Pengen banget seperti mereka, tapi nggak bisa. Masalah hati tidak bisa main-main. Juga, masalah kehormatan. Deket sama cowok itu menyangkut kehormatan cewek. Jadi saya juga tidak mau main-main dengan kehormatan.

Nggak usah disebutkan ya, berapa kali saya pacaran. Bisa nebak kan, berapa kali saya jatuh cinta dan patah hati? (bisalah). Saat ini saya baru saja sembuh dari yang namanya patah hati, meski sudah bertahun-tahun dan saya sendiri yang mematahkannya. Selama itu, saya menolak semua lelaki yang datang mendekat.

Dulu, waktu baru-barunya patah hati, saya pikir saya menolak mereka karena masih belum sembuh. Setelah beberapa tahun kemudian, saya berusaha untuk “move on”. Saat ada keinginan untuk dekat dengan orang lain, saya pikir saya sudah sembuh. Beberapa kali ada yang datang mendekat, tapi sudah sampai tahap menarik pelatu, alias udah di “DOORR”, saya malah ragu dan akhirnya menolak. Ada rasa takut, untuk pacaran. Ada rasa sayang dan enggan, meski punya keinginan. Jadi ya sudahlah…

Akhir-akhir ini saya menyadari, bahwa semua itu terjadi karena saya memang belum benar-benar berusaha untuk “move on”. Saya baru tau, kalau untuk membuka hati ternyata bukan Cuma tentang keinginan, tapi juga tentang usaha.

Usaha untuk mencoba dan menerima orang lain. Berusaha untuk mengambil keputusan dan menjalaninya. Berusaha ikhlas dengan masa lalu, dan menatap masa depan yang penuh kesempatan baik. Membuka hati itu butuh usaha, bukan hanya keinginan. Meski begitu, saya tetap yakin bahwa selain usaha kita, hati akan terbuka atas izin Allah. Allah pasti akan memilihkan orang yang tepat, asal di hati kita ada niat untuk terus menjaga diri dan kehormatan yang telah Allah berikan. Kita adalah perhiasan dunia yang sangat berharga, tetap pegang teguh apa yang menjadi prinsipmu selama itu benar dan melindungimu.🙂

4 pemikiran pada “Membuka Hati

  1. heheheheh cieeee😆

    ya begitulah kalau udah soal perasaan ya😀, ada yang mudah jatuh cinta, juga mudah move on..ada yang sulit jatuh cinta, sulit juga untuk move on😀

    semangat🙂

Tinggalkan komentar, kritik dan saran mu di sini Sob... :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s