Meningkatkan Kepedulian Terhadap Penyebaran Virus HIV

025901200_1448876490-psychology.msu.edu

Foto: Liputan6.com

HIV adalah virus yang menyerang sistem imun tubuh manusia. Virus ini ditemukan pertama kali di Afrika pada akhir abad ke 19 atau awal abad ke 20. Hingga akhir 2014, ada sebanyak 36,9 juta penderita HIV AIDS yang tersebar di seluruh dunia. Jumlah orang yang terjangkit virus ini di Indonesia pada tahun 2015 adalah sebanyak 17.350 jiwa. Virus HIV banyak menyerah orang di usia produktif. Oleh karena itu, bila masalah ini tidak ditangani dengan serius, dampaknya akan sangat luas bagi kehidupan suatu negara.

Pertama kali saya merasa benar-benar terlibat dan terjun langsung dalam isu ini adalah ketika kampus saya tercinta, FKM Universitas Jember mengadakan kampanye turun ke jalan untuk memperingati Hari HIV AIDS sedunia. Pada saat itu kami serempak memakai baju merah, membawa lilin ( acaranya malam hari) sambil berteriak menyerukan “Jauhi virusnya bukan penderitanya!!”. Acara itu juga menghadirkan para ODHA (Orang dengan HIV AIDS) yang menyampaikan pengalaman dan juga ikut melakukan orasi untuk menghidari perilaku beresiko.

Kedua, saya ikut terlibat dalam penelitan seorang dosen untuk mewawancarai orang-orang yang beresiko terjangkit virus HIV. Dalam penelitian itu kami mewawancarai para kenek dan sopir angkutan umum di terminal, para preman, sampai anak jalanan. Ternyata pengetahuan mereka tentang penyakit ini sangatlah minim. Mereka tidak menyadari bahwa perilaku yang mereka anggap hal biasa bisa menyebabkan virus HIV masuk ke dalam tubuh mereka.

Ketiga, saya berkesempatan untuk magang di sebuah rumah sakit di Jember, tepatnya di klinik VCT. Klinik itu adalah tempat untuk ODHA berkonsultasi dan melakukan pengobatan. Melalui magang, saya juga berkesempatan untuk bertemu dengan para ODHA secara langsung, ikut melakukan skrining di kalangan beresiko seperti kumpulan waria, perusahaan, dan tempat-tempat umum.

Pengalaman-pengalaman itu membekas dalam benak saya. Betapa isu HIV AIDS bukanlah hal yang bisa dianggap enteng.  Virus ini bahkan menyerang orang-orang tidak bersalah. Tau nggak? Kelompok terbanyak yang terserang virus HIV adalah ibu rumah tangga. Ibu rumah tangga yang tidak tahu apa-apa tentang penyakit ini, datang dengan wajah polos untuk diperiksa darahnya. Bayangkan betapa hancurnya saat dia tau bahwa hasil laboratorium menunjukkan HIV positif.

Tidak hanya ibu rumah tangga, mereka yang melakukan perilaku beresiko pun syok hingga melakukan upaya bunuh diri saat mengetahui dirinya positif HIV. Berkat pendampingan dan dukungan dari orang-orang terdekat, mereka mampu bangkit dan menjalani hidup dengan penuh semangat.

Kita tidak bisa menyalahkan mereka atas penyakit yang diderita. Sangat tidak adil menyalahkannya. Mereka juga butuh dukungan, sama seperti orang-orang penderita kanker, diabetes, TBC, dll. Mereka harus melanjutkan hidup, harus produktif dan kalau bisa menginspirasi banyak orang.

Stigma negatif pada penderita HIV AIDS sudah begitu melekat di masyarakat kita. Ironisnya, masih banyak petugas kesehatan yang ketakutan menangani orang dengan kasus ini. Entah karena tidak tau cara menanganinya atau tidak tau cara penularan virus HIV? Saya kira mereka yang ketakutan masih perlu banyak belajar, mengingat HIV AIDS masih menjadi momok di Indonesia.

Sampai saat ini, virus HIV bisa menular hanya dengan 4 cara:

  1. Melalui cairan vaginal dan sperma
  2. Transfusi darah, pemakaian jarum suntik yang tercemar virus HIV
  3. Ibu dengan positif HIV ke anak yang di kandung.
  4. ASI dari ibu yang positif HIV ke pada anak yang di susui.

Virus HIV tidak menular lewat bersenggolan, berjabat tangan mau pun berpelukan. Penularan melalui berciuman sangat kecil kemungkinannya kecuali di dalam mulut si penderita terdapat luka.

Semoga tulisan ini dapat menginspirasi kita semua untuk saling membantu dalam upaya menekan angka penderita HIV AIDS. Ayo bergerak! Rangkul mereka yang membutuhkan dukungan kita!

Ditulis dalam rangka memperingati Hari HIV dan AIDS Sedunia. 1 Desember 2015.

4 pemikiran pada “Meningkatkan Kepedulian Terhadap Penyebaran Virus HIV

  1. iya setuju nis, jauhi virusnya, bukan orangnya…

    miris memang, pernah dengar cerita seorang ibu yang hamil baru mengetahui dia kena HIV, karena suaminya suka jajan, dan terkena..sedih rasanya ya jadi menular ke istri dan calon anaknya yang sedang dikandungan… mudah2an dijauhkan dari yang buruk2 deh, apapun itu..

Tinggalkan komentar, kritik dan saran mu di sini Sob... :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s