Progress Ibu Ibu Belajar Merajut

IMG_20150426_121147

Well, mungkin belum pernah saya ceritakan sama sekali tentang “Ibu-ibu belajar merajut” ini, tapi sebelumnya sudah pernah saya singgung kalau ada teman yang mengajak saya untuk mengajar merajut pada ibu-ibu dampingan Program Keluarga Harapan. Pernah denger Program Keluarga Harapan nggak? Program ini diadakan oleh kementrian sosial untuk membantu keluarga yang kurang mampu agar tetap bisa menyekolahkan anaknya dan menyehatkan keluarganya.

Nah, ini ada teman saya… Bukan teman sih sebenernya. Lebih tepatnya, kakak kelas waktu SMA, tapi saya nggak tau kalau dia itu kakak kelas (haha..). Ceritanya, waktu itu saya ingin sekali membentuk komunitas rajut di Bondowoso, jadi saya membuat semacam brosur lalu saya sebarkan diberbagai sosial media salahsatunya adalah Twitter. Tweet  saya yang berisi brosur itu di retweet oleh akun @Infobondowoso yang akhirnya dibaca dan menarik perhatian salah satu pendamping Program Keluarga Harapan yang ternyata adalah kakak kelas saya sendiri… Hehe

Akhirnya kita komunikasikan dan terlaksanalah kelompok ibu-ibu belajar merajut ini. Alhamdulillah, nggak terasa sekarang sudah mau memasuki pertemuan ke-lima. Pertemuan ini kita adakan di rumah ibu-ibu setiap hari rabu siang.

Ini adalah tantangan baru buat saya yang biasanya hanya membagi ilmu dengan teman seumuran. Maklumlah, beda umur, beda pula cara komunikasinya. Kalau dengan teman, saya bisa menggunakan bahasa seenaknya, bahasa sehari-hari yang memang sering dipakai oleh kita. Kali ini, saya harus benar-benar menyusun materi, memikirkan teknik termudah untuk dicerna oleh ibu-ibu, dan harus ekstra sabar dalam mengulang dan mempraktekkan teknik-teknik merajut.

Memang, di awal terasa sulit memperkenalkan teknik merajut pada ibu-ibu yang sama sekali belum pernah mengenal kerajinan ini. Namun semakin ke belakang, ibu-ibu mulai paham dan mulai bisa mempraktekkan teknik-teknik merajut yang saya ajarkan dengan baik. Alhamdulilllah, saya bersyukur karena ibu-ibu tidak gampang menyerah dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi.

Dalam kelompok ini ada enam ibu-ibu. Sebenarnya, saya minta maksimal lima ibu-ibu saja, tapi tanpa diduga ada satu ibu-ibu yang juga ingin belajar merajut. Ya nggak apa-apa lah, yang penting nggak ketambahan 10 ibu-ibu lagi.😛 . Ibu penyusup, begitu kami menyebutnya! Haha. Saya merasa beruntung ibu ini menjadi penyusup, karena kalau tidak ada ibu ini, kelompok belajar merajut tidak akan ramai. Ada saja kelucuan yang dilakukan si ibu penyusup ini.🙂

Saya mengucapkan terimakasih pada Mas Sandyade yang sudah memberi saya kesempatan untuk bagi-bagi ilmu dengan ibu-ibu dampingannya. Dalam hal komunikasi juga saya banyak dibantu oleh pendamping keluarga harapan yang satu ini. Terimakasih banyak, semoga apa yang kita lakukan bermanfaat.

Saya berharap kelompok belajar merajut ini nanti akan berguna bagi semuanya. Semoga ibu-ibunya cepat mahir dan cepat menghasilkan suatu karya rajutan yang berkualitas dan berdaya jual tinggi. Tetap Semangat!😀

Tinggalkan komentar, kritik dan saran mu di sini Sob... :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s