Menemukan Keluarga dari PBL II

Hemhhh…. Nggak terasa Pengalam Belajar Lapangan selama 40 hari telah saya laluiii… >,<

Serasa ada yang hilang setelah sebulan lebih saya bersama dengan teman-teman yang tidak saling mengenal sebelumnya. sebenarnya sih sudah kenal sebelumnya, tapi kalau sudah hidup bersama selama 40 hari, rasanya waktu itu belum kenal mereka sama sekali. Hehe

Setiap hari makan bersama mereka,

Setiap hari mau tidur lihat mereka, lagi tidur (waktu setengah sadar terbangun) lihat mereka, bangun tidur pun lihat mereka…

Setiap hari tertawa dan bercanda bersama mereka,

Setiap hari gosip bersama mereka,

marah-marah pun bersama mereka,

Menangis juga sama mereka,

Ngantri mandi sama mereka,

Ngobrol di kamar mandi sama mereka

Semua bersama mereka,,,,

Setiap hari berbagi pikiran, berbincang-bincang, berkegiatan bersama, susah bersama, kebingungan bersama, berjuangbersama, menghadapai kesulitan, memecahkan kesulitan bersama.

Ada suka, ada perselisihan, ada kesedihan. Hemmm…. kalau bukan keluarga, apa namanya?

PBL itu memberikan saya begitu banyak pengalaman, bukan hanya Pengalaman Belajar Lapangan, tapi juga Pengalaman Belajar Kehidupan. Saya hidup dengan berbagai macam karakter orang yang berbeda dan saya belajar menghadapinya. Saya belajar hidup bermasyarakat yang sebenarnya dan melihat permasalahan yang sebenarnya.

Makan jagung bakar bareng sambil nunggu latihan JFC

Maen bareng Ibu Sus (pemilik rumah tempat kami tinggal) dan Cici (cucu Ibu Sus)

Ikut Sya’banan di Desa Kemiri Kecamatan Panti

Berpetualang bersama menuju Posyandu di Dusun Sodong

Rapat setiap malam

Ada aja hal nggak penting yang diurusin di tengah kegiatan.. kwkwkwk

Jadwal kitaaa^^ (meski nggak selalu ditepati. hwhwhw)

Foto-foto di atas hanya 1 banding 10000 foto yang kita punya!😆
Saudara-saudaraku di PBL II, semoga kita tetap menjadi keluarga ya…😀

Miss you all😥

Dina si tukang ngantuk dan lagu sayonara nya, Santi dengan kata-kata Ezziiii dan so sweetnya, Dilla si lebay dan kata-kata “Sek rah” nya, Viky yang selalu “jujur” dan yg suka ngilikitik, Cece si putri duyung dan ciuman mautnya, Dwi si Mbah dukun dengan ketawa tak bersuaranya yang khas dan kata-kata “Aish” dan “My God”, Ica si innocent dengan kata “kan kan kan” nya, Khirnik Bu Indiahe yang suka bilang “Jendes aku”, Nufus dengan sambel petis maduranya, Adi si Abi, dan Rizki si Pak wa!

#Kayanya perjalanan kita keren deh kalo dibikin film,,,, hwhwhwhw. Banyaaaak sekali cerita dari PBL II yang ingin saya ceritakan >,<

25 pemikiran pada “Menemukan Keluarga dari PBL II

  1. Biasa sama-sama siang dan malam, tau-tau sekarang pulang ke rumah masing-masing. Serasa ada yang hilang ya, Nis. Hmm….
    Suruh pada ngeblog aja, trus saling mengunjungi. Hehehehe…..

  2. berkumpul bersama-sama itu memang membahagiakan mba daripada bercerai berai..
    bandingkan saja dengan kepanikan keluarga yang anaknya tercecer entah dimana..

Tinggalkan komentar, kritik dan saran mu di sini Sob... :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s