Mengadu Pada Tuhan

Tuhan, kata orang Engkau itu dekat. Bahkan lebih dekat dari urat leher.

Tapi Tuhan, mengapa saat berdoa, rasanya Engkau begita jauh?

Sangat jauh untuk dicapai oleh doa seorang hamba yang tak berarti ini.

Aku merasa kecil saat tangan ini mulai terangkat dan hati ini memohon.

Aku kecil, lebih kecil dari buliran debu.

Engkau, entah seberapa Agungnya.

Lebih agung dari apa pun yang paling agung dalam batas pikiranku.

Tuhan, sampaikah doaku?

Orang bilang, aku tak bisa langsung meminta kepada-Mu.

Katanya doa hamba yang biasa saja sepertiku tak akan sampai tanpa serentetan syarat.

Doaku bisa patah sayapnya saat terbang menuju-Mu.

Aku tak tahu kebenarannya Tuhan, yang aku tau hanya memohon kepada-Mu.

Karna kepada siapa lagi aku harus memohon?

Tuhan, kali ini aku ingin mengadu.

Aku punya banyak cerita, Tuhan.

Dengarkanlah suara kecil ini dari miliaran jeritan munajat.

 

2 pemikiran pada “Mengadu Pada Tuhan

  1. Setiap doa direkam, dikabulkan saat kita memang benar2 membutuhkan, Nis. Mungkin ga sekarang, bisa nanti. Kadang aku masih inget pernah berdoa sesuatu, beberapa tahun setelahnya baru tercapai, dan dikabulkan sama dengan yang diucapkan saat berdoa itu. jadi jangan berhenti berharap.

    • Yup bener banget. Kalau cuma masalah mengabulkan, sekejap mata pun Allah bisa mengabulkan permintaan kita. Tapi Allah lebih tau kapan waktu yang tepat doa itu dikabulkanšŸ˜€

Tinggalkan komentar, kritik dan saran mu di sini Sob... :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s