Cerita Saya dan Lumajang

Nama kota ini adalah Lumajang. Salah satu kota kecil di Jawa Timur. untuk lebih jelasnya bisa cari-cari sendiri di Eyang Google:mrgreen: .Kota ini sering disebut sebagai kota pisang karena di sini terdapat berbagai macam pisang dan olahannya. Saya dulu sering dibawakan keripik pisang oleh salah satu teman kost. Kebetulan tantenya adalah pemilik usaha keripik pisang di Lumajang. Wah, suer itu enak banget! Beda dengan keripik pisang lainnya yang pernah saya makan. Keripiknya tebal tapi renyah, diselimuti gula cair yang KRESS banget kalo dimakan. Matep pokoknya.😀

Kenapa tiba-tiba saya ingin menulis tentang Lumajang? Nggak ada maksud apa-apa sih, Cuma kemarin saya pulang dari Surabaya dan bis yang saya tumpangi melewati kota ini. Tiba-tiba jadi teringat banyak cerita, meski Cuma beberapa kali mengunjungi kota ini.

Lumajang adalah kota yang cukup unik. Suasana kotanya tidak jauh beda dengan Jember. Cuma mungkin lebih sepi dan lebih sejuk. Bahasa yang dipakai oleh masyarakat juga tak jauh berbeda, ada Jawa ada Madura. Kebanyakan teman saya yang berasal dari Lumajang menggunakan bahasa Jawa yang halus.

Pertama kali saya mengunjungi kota ini adalah untuk takziah ke rumah salah satu teman kost. Kejadian yang paling saya ingat waktu itu adalah “KESASAR”. Menurut saya jalan-jalan di kota Lumajang cukup membingungkan. Banyak perempatan tapi jarang lampu merah, itu salah satu keunikan kota ini:mrgreen: .

Oh iya, sepanjang jalan di perbatasan Jember lumajang itu pemandangannya menyejukkan mata lho, sawah-sawah terhampar luas, ada sungai yang besar dan panjang, dan yang paling unik, ada banyak penduduk yang menjual buah “kenitu”. Entah apa namanya kalau di daerah lain ya, kalau di daerah saya namanya adalah kenitu, sedangkan teman saya dari Sidoarjo menyebutnya “Manicu”. Buahnya bulat dan rasanya manis. Sepertinya buah ini tidak mengenal musim, karena setiap mengunjungin Lumajang, saya selalu melihat penjual buah Kenitu di sepanjang jalan.

Kunjungan yang ke dua, saat saya melakukan ekspedisi ke Ranu Kumbolo bersama teman-teman kampus. Sepulang dari pendakian, saya dan teman-teman menginap semalam di rumah salah satu teman yang berada di Senduro (entah ini nama desa atau kecamatan). Hawa di sana cukup dingin, cocok untuk menanam bunga. Tepat di depan rumah teman saya itu, ada Pure yang cukup besar dan ramai dikunjungi jemaat Hindu serta para wisatawan. Jadi berasa ada di Bali.😀

“Lumajang itu memang memiliki banyak ranu (danau)” Itu kata tante saya. Dulu dia adalah anggota Pecinta Alam di kampusnya, jadi sering bolang gitu (nurun sama keponakannya). Itu baru saya buktikan kemarin, di sepanjang jalan yang saya lewati, beberapa kali saya melihat papan nama dengan tanda panah “Ranu… Bla bla bla…”. Wah, banyak ternyata ranunya, pasti indah pemandangan ranu-ranu itu. Jadi ingin menjelajahi kota Lumajang.🙂

Kunjungan yang ke tiga. Malam-malam dari Jember pergi ke Lumajang Cuma untuk mengantarkan “Kasur Lipat”😀 . Waktu itu saya diajak temen kost untuk mengembalikan kasur yang dia pinjam dari salah satu temen kost juga. Si temen yang punya kasur ini udah berangkat ke Korea waktu itu, jadi kita langsung mengembalikan ke rumahnya.

Temen saya bilang, rumahnya itu di perbatasan Jember-Lumajang, tapi masuk daerah Lumajang. Namanya Jatiroto. Kami kira perjalanan ke sana cuma memakan waktu sekitar 30-45 menit. Ternyata, satu jam lebih perjalanan. Salah kami juga sih, menunda-nunda keberangkatan. Jadi kami berdua pulang sampai larut malam. Orang tua teman kami itu menyarankan untuk menginap, tapi kami menolaknya. Nekat deh, balik meski malem. Perjalanan waktu itu sepiii dan gelap sekali. Gimana nggak gelap, kiri kanan sawah dan sungai gede:mrgreen: . Tapi untunglah, waktu itu kami sampai kosan dengan selamat.

Segitu aja cerita random tentang saya dan Lumajang. Suatu hari nanti saya pasti ke Lumajang lagi, karena ada satu tempat yang ingin sekali saya kunjungi. Tempat itu terkenal dengan nama B29. Desa di Atas Awan. Keren banget! Semoga secepatnya bisa ke sana.😀

Tinggalkan komentar, kritik dan saran mu di sini Sob... :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s