Kembali ke titik nol bersama novel “To Kill A Mockingbird”

To Kill a mocking bird.3

To Kill a Mockingbird adalah sebuah novel klasik karya Harper Lee. Saat pertama kali membaca judulnya, saya langsung penasaran. Apa itu mockingbird? Apa itu benar-benar nama seekor burung atau hanya ungkapan?

Saat saya membaca sampul belakang tentang ulasan novel ini, disebutkan tentang permasalah antara orang kulit putih dan orang kulit hitam. Lalu apa hubungannya dengan Mockingbird seperti yang disematkan di halaman depan?

Pada bab pertama, saya masih diliputi penasaran karena cerita diawali dengan cerita tentang anak perempuan bernama Scout yang menjalani hari-hari pertamanya bersekolah. Dia memiliki kakak bernama Jem dan ayahnya adalah seorang pengacara bernama Atticus Finch. Scout dan Jem tak memiliki ibu. Mereka dibesarkan oleh ayahnya, dibantu oleh seorang wanita kulit hitam bernama Carlpurnia. Cerita yang disuguhkan pertama kali ya tentang dua anak ini. Tentang dunia anak-anak yang penuh rasa penasaran dan rasa ingin tau. Mereka penuh kepolosan dengan hidup yang mereka jalani. Baca lebih lanjut

Kejadian unik di jalan, penghibur rutinitas

Kejadian-Kejadian Lucu 9

Sumber Klik Gambar

Rutinitas adalah kegiatan yang dilakukan setiap hari, berkali-kali, dengan cara yang sama dan bisa jadi di waktu yang sama (definisi sendiri). Bosen? Ya, biasanya begitu. Siapa sih yang nggak jenuh dengan kegiatan yang diulang-ulang setiap waktu? Mungkin memang ada beberapa orang yang senang melakukan kegiatan yang sama berulang-ulang di seluruh hidupnya, tapi yang pasti itu bukan saya. Baca lebih lanjut

Tiga Tancak, Empat Insiden

*Dibuat dengan santai untuk dibaca dengan santai :mrgreen:

IMG-20150803-WA0037

Minggu, 2 Agustus 2015 jam 12 siang seharusnya adalah jadwal saya untuk menepati sebuah “janji” pada seorang sahabat. Kemudian siangnya, sekitar jam 14.00-16.00 WIB, seharusnya adalah jadwal saya “kondangan” ke pernikahan seorang sahabat lainnya. Tapi semua jadwal itu acak-adul gara-gara si “Dodik”! He? Siapa Dodik? Entahlah, saya juga tidak tau siapa sebenarnya si Dodik ini. Tapi yang jelas (jelas nggak sih sebenernya?), gara-gara dia semua perjalanan ini bermula dan semua insiden di dalamnya terjadi.

Dodik, entah siapa Dodik. Mungkin kalau dia ikut, semua insiden ini tidak akan terjadi (bisa jadi). Malam itu, 1 Agustus 2015, sekitar jam 11.30 dini hari. Seorang teman rajuters, Mbk Lina namanya, mengirim pesan kepada saya. Isinya, meminta saya untuk membawa banner “Komunitas Rajut Bondowoso” untuk perjalanan besok. Rupanya Mbak Lina nggak tau, kalau saya tidak bisa ikut dalam perjalanan besok. Alasannya ya karena jadwal yang sudah saya sebutkan di atas. Baca lebih lanjut

Jelajah Bondowoso ke Tancak Suco (Maesan)

Untitled_Panorama1

Liburan berasa sekelebat mata doang… Cepet banget! Andai bisa nambah seenak nambah kuah baso, pasti nggak ada puasnya. Tapi tetap harus disyukuri, karena libur yang “berasa” cepet ini kita  masih ada waktu untuk bisa kumpul keluarga besar, masih ada waktu untuk bisa jalan-jalan sama temen, dan masih ada waktu untuk bisa saling maaf memaafkan. Saya mengucapkan “Minal Aizin Walfaizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin”. Maafin segala kesalahan Anis Lotus ya gaes! Meski belum pernah bersua, mungkin ada kata-kata di tulisan saya yang tidak berkenan dihati para pembaca dan blogger sekalian. Semoga kita bisa bertemu dengan bulan Ramadhan tahun depan. Amiin

Eh, balik lagi ke liburan. Kemarin, tanggal 21 Juli 2015, Tim Jelajah Bondowoso melakukan perjalanan lagi. Kali ini destinasinya adalah Tancak Suco, yang terletak di desa Suco Kecamatan Maesan. Saya ikut dalam perjalanan ini bukan untuk membawa nama Komunitas Rajut jalan-jalan, tapi asli sebagai pengikut Tim Jelajah Bondowoso. Awalnya sempat ragu, karena khawatir akan bentrok dengan jadwal silaturahmi keluarga, maklum masih suasana lebaran. Syukurlah, kegiatan silaturahmi bisa diselesaikan tanggal 20 Juli, jadi saya bisa ikut. Sebenarnya tanggal 20 Juli pun ada acara jalan-jalan ke Kawah Wurung bersama teman-teman SMA, tapi ya apa boleh buat… pada akhirnya memang harus memilih.

Kita janjian di rumah salah satu Tim Jelajah Bondowoso (Jbond) jam 07.00 WIB. Pasti tau kan, jamnya Indonesia? Bilangnya jam tujuh, ngaretnya bisa 30 menit sampai satu jam. Jadi sebagai warga negara yang patuh budaya (jangan ditiru) saya berangkat dari rumah pukul tujuh sampai di tepat janjian pukul 07.30 WIB :mrgreen: . Sampai di tempat, kita masih menunggu salah seorang anggota Tim yang sampai detik saya menginjakkan kaki di halaman rumah salah satu Tim JBond, dia baru terbangun dari tidurnya. Haha Baca lebih lanjut

Mengadu Pada Tuhan

Tuhan, kata orang Engkau itu dekat. Bahkan lebih dekat dari urat leher.

Tapi Tuhan, mengapa saat berdoa, rasanya Engkau begita jauh?

Sangat jauh untuk dicapai oleh doa seorang hamba yang tak berarti ini.

Aku merasa kecil saat tangan ini mulai terangkat dan hati ini memohon.

Aku kecil, lebih kecil dari buliran debu.

Engkau, entah seberapa Agungnya.

Lebih agung dari apa pun yang paling agung dalam batas pikiranku.

Tuhan, sampaikah doaku?

Orang bilang, aku tak bisa langsung meminta kepada-Mu.

Katanya doa hamba yang biasa saja sepertiku tak akan sampai tanpa serentetan syarat.

Doaku bisa patah sayapnya saat terbang menuju-Mu.

Aku tak tahu kebenarannya Tuhan, yang aku tau hanya memohon kepada-Mu.

Karna kepada siapa lagi aku harus memohon?

Tuhan, kali ini aku ingin mengadu.

Aku punya banyak cerita, Tuhan.

Dengarkanlah suara kecil ini dari miliaran jeritan munajat.

 

Lukisan Tuhan, Kawah Ilalang (Part 2)

Sampai di puncak, kita makan bersama. Ini adalah tradisi para “Relawan Muda Bondowoso”. Mereka membawa beberapa nasi bungkus kemudian dijadikan satu untuk dimakan bersama. Indahnya kebersamaan ya :D

11

Kebersamaan

Setelah perut terisi, kami melanjutkan perjalanan… dan inilah salah satu pemandangan yang menakjubkan. Melihat kawah ilalang dari atas. :D Baca lebih lanjut

Lukisan Tuhan, Kawah Ilalang (Part 1)

Yiihaa! Akhirnya saya jadi bolang lagi! :D

Setelah sekian lama menunggu, berharap, bersujud dan berdoa dengan khusyuk (maapkan kelebayan ini :razz: ) akhirnya ada juga yang mengajak saya jalan-jalan! Moment paling ditunggu, karena setelah lulus kuliah saya kebingungan mencari teman bolang. Tuhan emang tau banget…

Jadi kemarin ada yang ngajakin kita… Kita? Iya “Kita” teman-teman Komunitas Rajut Bondowoso untuk ikut menjelajah Bondowoso. Tujuannya adalah mengibarkan banner Komunitas Rajut di tanah Kawah Ilalang. Langsung saya bilang “IKUUUUUT” tanpa pikir panjang.

Sempet ragu untuk ikut, karena saya nggak ada pasangan untuk saling bonceng. Kan biar enak nanti di jalan bisa gantian, karena terus terang saya nggak sanggup kalau pulang-pergi nyetir sendiri. Tapi akhirnya temen saya menghubungi saya lagi dan bilang kalau ada motor kosong. Ya sip lah, Cusss!

Kami berangkat sekitar jam setengah 8 pagi dari desa tempat saya tinggal, Desa Pakistan… eh Pakisan (wehehe) . Saya yang nggak bawa motor, dijemput di pertigaan jalan menuju desa Sukosari (Jalur menuju Kawah Ijen). Saya pikir yang datang bakal cewe-cewe dengan motor matik, saya juga sudah siap untuk gantian nyetir di tengah perjalanan nanti. Eh ternyata yang datang adalah rombongan MoGe alias Motor Gede. Baca lebih lanjut