Hadiah Terunik

(Tulisan Semalam)

Tik tok tik tok tik tok… Jam menunjukkan pukul 11.36 WIB. Sudah hampir tengah malam tapi mata ini belum mau dibawa ke alam mimpi.

Sebenarnya sudah lelah, tapi mau gimana lagi…. Kerjaan yang belum terselesaikan bikin serba salah. Mau tidur kepikiran, mau dikerjakan juga sudah capek.

Untuk menghilangkan kesumpekkan, iseng saya buka folder film, berharap ada film yang belum ditonton. Meski sudah tau kalau nggak ada film yang belum saya tonton di situ. Sejak lulus kuliah, film-film yang saya punya sudah nggak up to date lagi. Gara-gara udah jauh sama yang biasa saya rampok filmnya. :mrgreen:

Biasanya selalu update, apalagi film animasi. Wah, bener-bener bisa fresh otak tuh kalo lagi stress atau sumpek…. Dan sepertinya saat ini saya memang lagi (sangat) butuh! Ah, You don’t know who… Kembalilah, penuhi folder filmku dengan film-film animasiiii! >,<

Kembali lagi ke folder film yang sudah out of date. Meski saya tau kalau udah nggak ada film yang belum saya tonton, saya tetap membukanya dan memang berniat untuk menontonnya kembali. Ketika sedang asyik memilih film apa yang mau ditonton ulang, ada sebuah folder dengan nama nyentrik menggoda tangan saya untuk membukanya. Nama foldernya “Hadiah dari You don’t know who”, Judul film yang ada di dalamnya adalah Detective Conan The Eleven Striker. CONAAAAN, I’m your BIG FAN, Jadilah nyata, please! #Absurd Baca lebih lanjut

Iklan

Bahagia

_MG_7021

At Pantai Payangan- Jember

“Bahagia itu sederhana”. Mungkin kata-kata itu sudah sering kita dengar atau kita baca. Banyak teman-teman yang menjadikannya status di beberapa media sosial. Entah dalam rangka sedang bahagia atau hanya pura-pura bahagia.

Bahagia yang sederhana itu yang kaya gimana sih?

Bahagia itu, ketika kamu lagi kepanasan dan kehausan, dan tiba-tiba ada yang nyodorin Es Degan. Wuiiih… Muantep! Abis gitu langsung update status “Bahagia itu sederhana…”

Bahagia itu, ketika tau kalau ternyata mantan nyesel ninggalin kamu. Asek asek… Buru-buru deh pasang status “Bahagia itu sederhana..” :mrgreen:

Bahagia itu ketika kamu kelaperan sedangkan dompet lagi kering, terus tiba-tiba ada temen traktir kamu beli baso… “Ah, bahagia itu sederhana…”

Bahagia itu…. Ya begitulah pokoknya 😀 .

Pernah nggak kita ngerasa iri melihat orang yang kelihatannya sangat bahagia dengan kehidupannya? Kalau saya pernah. Padahal orang itu serba kekurangan hidupnya, dan jauh dari kata beruntung (dalam ukuran saya). Baca lebih lanjut

Olahraga Favorit (Skipping)

Ini dia olahraga favorit saya! Skipping atau lebih dikenal dengan lompat tali. Pertama kali saya jatuh cinta pada olahraga ini adalah ketika saya menonton Drama Korea berjudul Deam High. Di film itu ada tokoh bernama Kim Pil Suk yang diperankan oleh IU. Awalnya dia adalah anak yang gendut, kemudian melakukan diet keras dengan mengurangi makan dan olahraga skipping setiap malam. Nah, melihat Kim Pil Suk itu saya jadi tertarik untuk mencoba bermain lompat tali juga. Kebetulan, di rumah ada skipping (punya adek saya sih) yang jarang dipakai. Saya bawa saja ke kosan dan mulai belajar bermain skipping.

Sebenarnya sudah tau cara mainnya, tapi gaya lompatnya itu masih terkesan kaya anak main lompat tali pake karet gelang, bukan seperti Kim Pil Suk yang permainannya cepat dengan kaki yang sedikit menekuk saat melakukan lompatan dan juga terlihat ringan saat menapakkan kaki ke tanah.

Saat joging bersama teman-teman C59, saya bawa tuh skipping-nya. Ternyata, mereka jago maennya! Ada yang bisa lompat sambil talinya disilangkan, ada yang bisa lompat dengan putaran tali terbalik dan ada juga yang bisa memutar tali sebanyak dua kali selama satu kali lompatan. Akhirnya setiap joging saya belajar pada mereka. Sering juga kami lomba memecahkan rekor lompatan terbanyak tanpa henti. Hingga sekarang, rekor saya adalah 260 lompatan tanpa henti 😀 Baca lebih lanjut

Tong Sampah

Sebenernya siang ini saya mau istirahat, tapi belok dulu ke meja makan lihat makanan yang tersedia. Ada sayur kenikir ditongseng dengan ikan teri, ada tahu dan tempe goreng tepung. Semuanya masih hangat, saya jadi tergoda untuk mencobanya. Memang kebiasaan saya itu suka incip-incip, semua dicobain tapi ngambilnya dikit-dikit. Ibu, ayah atau adek sering marah gara-gara saya suka ambil sesuatu (misalkan: roti gulung) separuh saja, sisanya saya tinggal begitu saja di piring. Mau dibuang sayang, mau dimakan udah nggak pengen, pengennya makan yang lain. Jadi saya pikir mending tinggal aja, siapa tau ada yang makan. Haha

Lagi asyik menikmati hidangan di meja makan, tiba-tiba teringat satu cerita, yang pada akhirnya bikin saya gatel pengen nulis. Jadi ceritanya gini, dulu waktu kuliah, saya suka makan bareng sama temen-temen kosan. Rata-rata temen kosan itu kalau makan pilih-pilih. Ada yang nggak mau sama masakan yang rasanya terlalu manis, ada yang anti kecambah, ada yang nggak suka kulit ayam, ada yang cepet merasa kenyang,ada yang nggak suka pedes dan lain sebagainya. Kalo kamu Nis? Emmhhh… Ada sih sebenernya yang nggak saya suka. Apa? Bunggus nasinya. :mrgreen: Baca lebih lanjut

Yeah! Kawah Ijen Again!

Walaaa….. Untuk yang kedua kalinya saya sampai di puncak Kawah Ijen! Padahal sebelumnya, di tulisan “Touring Sehari“, saya sampe sumpah-sumpah nggak mau balik lagi ke tempat ituuu! Ternyata…..

Kali ini saya mendaki ke puncak kawah ijen bersama teman-teman Public Health Universitas Jember angkatan 2009. Perjalanan ini nggak kalah seru dengan perjalanan sebelumnya. Kalau sebelumnya yang bikin seru itu adalah jalannya yang menantang banget, sekarang jalan yang rusak parah itu sudah berubah menjadi mulus luuusss banget! Mantep pokoknya dah… Beda banget sama yang sebelumnya. Nah, yang menantang pada perjalanan kali ini adalah, kami berangkat jam 11 malam dari kota Bondowoso dengan tujuan agar sampai disana sekitar jam 2 atau jam 3 sehingga bisa menikmati indahnya api biru!

Jadi dari Jember kami berangkat sore-sorean, dan sampai di Bondowoso malam hari. Kami sebanyak 21 anak, menumpang di rumah salah satu sobat, yang kebetulan lagi kosong. Aturannya, kami sudah harus tidur pada jam 9 malam, biar nggak ngantuk di perjalanan. Tapi ternyata, peraturan itu ada untuk dilanggar. Bukannya tidur, malah main di alun-alun sampai malam. Jadilah, gak ada satu pun yang tidur sampai kita berangkat.

Nah, akibat nggak istirahat dan hawa dingin, perlu perjuangan untuk sampai puncak. Apalagi, sebagian dari kami baru pertama kali naik ke puncak Ijen. Bentar-bentar break… Baru jalan dua meter, break… Hadeeeh. Akhirnya, tidak sesuai dengan yang kami rencanakan, api biru sudah lenyap. Sampai puncak, teman-teman malah pada tidur. Hahaha

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Yah, tapi yang terpenting adalah kebersamaan. Ini akan menjadi salah satu moment berharga kami saat tua nanti 🙂 . I love you FKM’09.

Tulisan ini saya buat tanggal 10 Februari 2013 dan baru saya edit tanggal 2 Februari 2014 :mrgreen: