Makhluk Lain Penghuni Rumah…

Selain Ayah, Ibu, Adek, Almarhum Kakek, dan sepupu-sepupu yang pernah tinggal di rumahku, ada makhluk lain yang juga tinggal dibawah satu atap dengan kami^^

Penghuni pertama yang mau aku kenalkan adalah Almarhum empus (meningal di umur  9 tahun)

Ini Empusku yang paling hebat! Almarhum empusku bisa menghuni rumah setelah melalui beberapa seleksi kucing… Kwkwkw
Sebelum Empusku datang, udah banyak kucing-kucing yang tewas dibantai Adekku. Akhirnya Cuma empus lah satu-satunya yang bertahan… Mau tau triknya??? Trik dan metode yang dipakai Almarhum Empus adalah “PASRAH”…

Kucing lain ngeong-ngeong, nyakar-nyakar dan berusaha keras untuk melepaskan diri dari siksaan Adekku (itu malah bikin cengkraman adekku makin kuat dan menyakitkan). Empus…. Calm down, diapain aja pasrah… Mulai dari dibungkus selimut kaya bayi terus di peluk kuat-kuat, ditidurin dengan posisi terlentang, digotong satu kakinya, dibikin jalan pake dua kaki,,, teteup PASRAH…

Sifat-sifat Almarhum Empus:

  • Kalo udah tidur, Empusku ini kaya kucing mati, biarpun dipindah-pindah posisi nya ato dipindah ketempat lain, matanya tetep tertutup dan tangan-tanganya lunglai  tak berdaya…
  • Empusku ini punya kebiasaan makan dikredit, makan sedikit terus tidur, makan lagi terus tidur, dan gitu seterusnya,,, kalo makanannya abis dia meong-meong lagi…
  • Empusku ini adalah empus paling sabar, kalo Ibu masak dan yang lain sibuk, sedangkan dia lapar, dia tetap setia menunggu dengan nggak ada pikiran buat nyolong ikan…
    Empus punya suara yang khas yang nggak dimiliki kucing manapun, suaranya halus dan manja, kadang suaranya seperti ibu-ibu ngomel… Hihi
  • Empusku paling setia sama IBU, kemana-mana dia selalu ikut kecuali kalo perginya jauh Cuma nganterin sampe gang… Terutama kalau Ibuku pergi ke pengajian malem-malem. Empus selalu setia nemenin Ibu sampe pulang…
  • Empus biasa diajak ngomong selayaknya orang. Meskipun ekspresinya cuek, tapi aku yakin dia dengerin… hehe
  • Empus punya mata yang besar dan bulat, bulunya tebal, wajahnya bulat lucuu, ekor pendek melengkung, dan gendut enak dibuat bantal…
  • Anak-anak dari berbagai RT yang ada di Kampungku memanggil Empus “Tiger”

Diumurnya yang sudah tua dan sakit-sakitan, empus pergi meninggalkan rumah dan nggak balik-balik sampai sekarang, Empusku diperkirakan meninggal di luar rumah. Tapi meskipun udah nanya sama orang sekampung (Beneran lho…) kami nggak menemukan jasadnya. T.T

Sebelum empus menghilang aku selalu mikir “Kalo Empus mati, rasanya nggak tega mau lihat jasadnya”…  Dan ternyata empus menghilang misterius, meninggal sendirian entah diman… Empus I miss you!!

Penghuni yang kedua adalah Lucky!

Ini adalah anak monyet hitam yang dibawa tetanggaku terus dibeli oleh Ayahku…

Namanya Lucky, Ini bukan foto asli Lucky, tapi Lucky sama persis seperti itu.

Anak lutung ini lucu, dia seperti manusia. Tapi sayang umurnya nggak panjang…
Dia meninggal gara-gara sakit sehabis main air…

Dia tertarik sama air yang nyembur dari selang waktu ibuku nyiram bunga, akhirnya dia demam. Lucky meninggal dipangkuan Ibuku… Semua orang dirumah menangis untuk Lucky, selama beberapa hari rumahku diliputi duka (kaya ada orang yang meninggal beneran). Selain karena udah terlanjur sayang sama Lucky, kami juga merasa berdosa karena merasa ikut memisahkan Lucky dari Ibunya… Dia kan masih bayi. TT. Lucy, I love you…

TO BE CONTINOU… Tika dan Tiko akan segera hadir^^