Perahu yang Sama

Pernah kita dayung bersama sebuah perahu,

Namun sadarkah kau?

Sebenarnya kita tidak pernah berada dalam perahu yang sama

Kita mendayung perahu masing-masing, beriringan

Gelombang membuatku takut

Aku tak ingin perahu kita terbalik dan tenggelam

Perjalanan masih jauh…

.

Kita tidak pernah berada dalam perahu yang sama

Ketika kuhentikan dayung ini

Ada harapan yang mungkin tak terungkap

Bahwa aku ingin berada di perahu yang sama denganmu

Mendayung bersama

Hingga sampai ke tujuan

Karya: Anis Lotus

Di Jam dan Menit yang Ini

Di jendela tak berkaca itu aku bisa mendengar suaramu

Tersenyum dan sesekali tertawa mendengar candamu

Di jam yang ini dan menit yang ini,

Aku biasa duduk di sana mendengar semua ceritamu

Kini aku sedang menatapmu lewat memori itu

Ingin rasanya melompat merobek tirai waktu dan kembali ke masa itu

Menyeret memori kita untuk tinggal di jam dan menit ini yang kurindukan

Hah, sudahlah

Ku tutup saja mimpi itu

Ku kembalikan semua pada tempatnya

Sekarang, di jam dan menit yang ini

Aku berdoa agar bisa tersenyum untuk mendengar kisahmu di masa yang akan datang

Aku Begini

Aku begini

Menatapmu dalam senyum

Meski terbatas untuk melangkah lebih jauh ke arahmu,

Meski sering ku bergulat dengan perasaan yang menyesakkan

Tapi aku tetap begini

Karena aku begini,

Aku tak menghujatmu seperti wanita lain

Mereka hanya mengisahkan ketololannya

Mereka melewatkan kesalahan diri

Namun aku begini, tak mau menjadi mereka

Maka aku tetap begini

Tersenyum disampingmu

Tanpa bisa melangkah lebih jauh untuk meninggalkanmu

Karena aku terlanjur mengenal kebusukanmu

Aku tetap begini

Tidak menyalahkanmu

Namun ku tetap berharap akan datangnya seorang penyelamat

Karena aku akan tetap begini,

Entah sampai kapan

by: Anis Lotus

Luka

Luka setiap hari. Sakit. Lelah.

Ingin segera tau siapa yang menjadi jawaban di ujung sana.

Di sini ku berdiri.

Menatap masa lalu yang tak mau kutinggalkan sambil memegang erat dirimu yang tak bisa kugapai.

Luka setiap hari. Sakit. Lelah.

Entah kapan ini akan berakhir.

Karena aku tak tau cara mengakhirinya.

Meski Ternyata Bukan Kamu

Mencoba membuka mata kembali untuk melihatmu

Tapi begitu rapuh di dalam sini

Rasanya ingin menangis karena tidak bisa melihatmu dengan jelas

Tapi aku tetap berusaha

 

Terlalu kabur untuk melihatmu

Karena air mata ini sudah mulai membendung

Aku tak bisa memohon

Meski aku benar-benar ingin melihatmu

 

Sekali lagi kucoba bertahan

Mencoba menahan nyeri yang belum pernah aku rasakan sebelumnya

Kadang terfikir,

Apakah aku memang diciptakan untuk menjadi orang tersabar untukmu?

 

Aku ingin menunggumu

Namun sudah terlalu rapuh di dalam sini

Aku tidak dapat melihatmu

Namun aku tetap akan setia menemanimu

Meski ternyata itu bukan kamu CINTA

 

 

#special for you :) semangat!

Terima Kasih

Terima kasih…

tentang beberapa tangisan,

Tentang  senyuman,

Tentang  tawa dan Canda,

Semuanya telah kau berikan untukku

 

Terima kasih karena kau telah mengajariku banyak hal

Tentang rasa sakit

tentang harapan

Dan tentang keikhlasan

 

Terima kasih untuk segalanya

Terima kasih sudah mampir di kehidupanku

Jalanilah hidupmu sendiri dengan senyuman

Aku pun begitu

Dengan penuh keyakinan, semangat dan hati yang baru

Aku siap melangkah meninggalkanmu sebagai kenangan terindah… :D

 

Karya :  Anis Lotus

Diam – Diam

Ku katakan pada selembar kertas untuk diam-diam mengintip namamu

Dan dengan diam-diam pula semuanya terangkai dalam benakku

Ku jinjitkan kaki agar diam-diam aku bisa mendengar tawamu

Dan dengan diam-diam pula semuanya terekam dalam  pita memoriku

Suatu hari, diam-diam mataku memotret sosokmu di tengah keramaian yang membiru

Diam-diam tersimpan senyum di bibirku

Di hari lainnya, diam-diam celah buku memberikan ruang untuk memaku pandanganku padamu

Dan ku tahu diam-diam kerlingan matamu mengisyaratkan sesuatu

Aku hanya bisa tertawa dalam hati dan diam – diam meninggalkanmu

Karena kau tak perlu tau bahwa diam-diam aku mengagumimu :D

Karya: