Kemarin Sore

Kemarin sore, saya dan ibu duduk-duduk di teras depan rumah. Tiba-tiba datang seorang wanita paruh (tiga per empat sih tepatnya) baya datang menghampiri. Pakaiannya cukup unik untuk wanita seumurannya. Dia memakai kemeja berwarna biru, di lengan kanannya tertempel nomor-nomor yang tidak saya mengerti itu nomor apa. Nomor itu semacam bet yang ditempelkan dengan menggunakan banyak peniti, bukan di jahit. Untuk bawahannya, dia menggunakan celana pendek berwarna orange. Asesoris di tangan dan lehernya beggitu nyentrik dan unik. Rambutnya dikuncir kuda tak karuan. Sambil menghisap batang rokok yang tinggal seujung jari, dia menghampiri kami.

“Bu Jenawi ada bu?” (Bu Jenawi, tetangga saya)

“Oh, engga ada Bu. Pergi ke rumah cucunya sejak kemarin..”
Ibu itu lalu ikut duduk di teras bersama kami. Terlihat dia membawa bungkusan.

“Apa itu Bu?” tanya Ibu saya.

“Telor bebek… Katanya Bu Jenawi mau beli telor bebek, tapi kok ngga ada orangnya.” (Ngomongnya pake bahasa daerah, Madura)

“Ooooh… Coba lihat telornya. Ada berapa?”

“Ada 13 butir…”
“Ya sudah, saya saja yang beli… Berapa semua?”

Ibu itu terlihat senang. “kalau 13 di kali 1.500 itu berarti 20.500…” Baca lebih lanjut

Sedih

SPM_A2344

Kata Om Wiki, Sedih adalah suatu emosi yang ditandai oleh perasaan tidak beruntung, kehilangan, dan ketidakberdayaan. Setiap orang pasti memiliki cara yang berbeda untuk mengekspresikannya. Ada yang menangis, ada yang menyendiri dan mengurung diri di kamar, ada yang curhat di sosial media, curhat sama teman, ada juga yang pura-pura bahagia, dan lain sebagainya.

Saya termasuk orang yang suka menutupi perasaan. Jadi saat sedih biasanya saya berusaha keras supaya tidak terlihat sedih. Tapi biasanya, teman-teman dekat saya menyadari kalau lagi sedih. Hal yang paling berubah saat saya lagi sedih adalah sikap hebohnya berkurang. Katanya, meski tetap heboh, pasti ada saat dimana saya diam agak lama seperti merenung dan tidak mengikuti pembicaraan. Yah, namanya juga manusia ya, meski sudah berusaha keras ditutupi tetap saja kelihatan.

Hal yang paling membuat saya sedih adalah kehilangan teman. Itu adalah hal yang paling saya hindari. Serumit apa pun permasalah dalam berteman, saya selalu mengupayakan agar pertemanan itu tetap ada. Saya rela mengenyampingkan ego untuk meminta maaf pada orang yang paling menyebalkan se kampus. Saya rela merasakan sakit asalkan pertemanan tetap terjaga. Saya rela kehilangan materi untuk sebuah pertemanan. Itu semua karena pertemanan itu terlalu berharga untuk digantikan dengan apa pun, bahkan dengan pacar. Kalau saya disuruh memilih, pacar atau teman, jujur saja, saya lebih memilih teman. Kalau disuruh memilih teman atau suami, ya beda lagi, jelas nanti suami yang saya pilih. :D Baca lebih lanjut

Bahagia

_MG_7021

At Pantai Payangan- Jember

“Bahagia itu sederhana”. Mungkin kata-kata itu sudah sering kita dengar atau kita baca. Banyak teman-teman yang menjadikannya status di beberapa media sosial. Entah dalam rangka sedang bahagia atau hanya pura-pura bahagia.

Bahagia yang sederhana itu yang kaya gimana sih?

Bahagia itu, ketika kamu lagi kepanasan dan kehausan, dan tiba-tiba ada yang nyodorin Es Degan. Wuiiih… Muantep! Abis gitu langsung update status “Bahagia itu sederhana…”

Bahagia itu, ketika tau kalau ternyata mantan nyesel ninggalin kamu. Asek asek… Buru-buru deh pasang status “Bahagia itu sederhana..” :mrgreen:

Bahagia itu ketika kamu kelaperan sedangkan dompet lagi kering, terus tiba-tiba ada temen traktir kamu beli baso… “Ah, bahagia itu sederhana…”

Bahagia itu…. Ya begitulah pokoknya :D .

Pernah nggak kita ngerasa iri melihat orang yang kelihatannya sangat bahagia dengan kehidupannya? Kalau saya pernah. Padahal orang itu serba kekurangan hidupnya, dan jauh dari kata beruntung (dalam ukuran saya). Baca lebih lanjut

Batasan Berteman

Pic-Bolang

At Pantai Payangan – Jember

Siapa sih di dunia ini yang nggak punya teman? Pasti punya ya, baik teman di dunia nyata maupun di dunia maya. Kalau memang lagi nggak punya teman sekarang, minimal pernah lah punya teman. Bersama teman itu, kita pasti punya banyak cerita, baik suka maupun duka.

Berinteraksi dengan teman membuat kita belajar kreatif menghadapai pribadi yang berbeda. Mungkin ada teman yang pendiam, ada teman yang pemarah, ada yang suka seenaknya sendiri, mungkin juga ada teman yang masa bodo alias cuek abis, dan lain sebagainya. Seru kan bisa berinteraksi dengan mereka? Kita jadi belajar menerima, bukan selalu ingin diterima. Kita belajar menghargai dan menghormati orang lain, kita juga belajar mengatasi masalah melalui interaksi dengan mereka.

Seakrab-akrabnya berteman, dengan siapa saja baik laki-laki atau perempuan, kita tetap punya batasan-batasan yang perlu diperhatikan. Ini batasan-batasan yang selalu saya perhatikan saat berteman. Baca lebih lanjut

GUGUR SEBELUM BERPERANG (TES CPNS 2014)

cpns

“PNS”. Yah sepertinya itu adalah profesi yang diidam-idamkan banyak orang di Indonesia. Banyak orang tua yang bangga kalau anaknya jadi PNS. Banyak juga orang tua yang mewajibkan anaknya memiliki pendamping hidup seorang PNS. Mungkin karena orang indonesia yang hidupnya sederhana ya, makanya PNS itu adalah sebuah jaminan hidup bahagia sampai tua. Entah kalau di luar negeri, apa seperti itu juga?

Saat ini pemerintah sedang membuka pendaftaran CPNS via online. Ujiannya nanti menggunakan sistem CAT (COMPUTER ASSISTED TEST), dengan sistem ini peserta akan menerima dan menjawab soal secara online. Skor atau nilai hasil ujian akan langsung terlihat setelah selesai mengerjakan soal-soal tes tersebut. Dengan cara ini, hasil ujian peserta akan sangan sulit di rekayasa.

Tujuan dari sistem ini adalah agar tidak ada lagi budaya sogok-menyogok kalau mau jadi PNS. Pemerintah berusaha mengembalikan kepercayaan masyarakat, bahwa untuk menjadi PNS itu bukan asal punya uang banyak, tapi karena dia belajar keras.

Sayangnya, sistem CPNS online ini  menurut saya sangat membingungkan. Mulai dari keterlambatan pengumuman formasi, kurang tersedianya informasi yang jelas dan up to date, server yang sering down (apa ini wajar untuk dimaklumi?), setidaknya itu yang saya rasakan. Hal ini membuat para calon peserta menunggu lama tanpa kepastian.  Setelah mendaftar pun masih mengalami kebingungan. Baca lebih lanjut

Skiping Purba

(Posting nggak penting)

Sore itu adalah jadwal saya bermain skipping. Memang udah niat banget mau maen meski skipping-nya nggak ada. Loh? Iya, jadi waktu itu skipping saya baru saja putus talinya. Akhirnya saya meminjam skipping temen kost. Ada beberapa yang punya, dan saya memutuskan untuk meminjam skipping si Lusi (nama samaran).

Saya melakukan pemanasan beberapa menit, setelah itu langsung turun ke lantai bawah dengan membawa skipping itu. Seperti biasa, teman-teman yang lain lagi pada nonton TV di kamar markas, dan seperti biasa pula saya selalu belok dulu ke kamar itu sebelum skipping-an. Sekedar senyum-senyum menunjukkan keberadaan saya, atau kadang ikut melihat apa yang mereka tonton dengan serius sambil mulut menganga.

Kehadiran saya selalu membuat mata mereka melirik ke arah saya sejenak dan seakan berkata “Si Geje datang…” :mrgreen:

Setelah puas menampakkan diri, saya keluar lagi untuk memulai skipping-an. Saya hidupkan timer selama 30 menit dan, MULAI!

Baru beberapa lompatan, saya merasakan ada hal aneh. Skipping ini terasa lebih berat dan putarannya terasa lebih lambat. Ada bunyi seperti kayu dikeruk dengan besi setiap kali saya memutar tali. Karena penasaran, saya berhenti sejenak untuk mengamati. Saya lihat, pegangan skipping itu terbuat dari kayu yang tidak biasa. Pegangan skipping saya sebelumnya juga terbuat dari kayu, tapi terasa ringan dan terlihat mengkilap. Berbeda dengan skipping ini , kayunya terasa berat, terlihat kokoh dan usang. Sambungan antara tali dengan kayu juga terlihat tradisional, memakai sejenis besi yang dikaitan dengan talinya dan apabila kita berputar, besi besar itu juga ikut berputar sehingga menimbulkan bunyi seperti kayu di keruk. Tali skippingnya berwarna putih, seperti terbuat dari kabel yang sangat tebal dan kuat. saya takjub dengan skipping itu dan tidak tahan untuk memberitahukan pada teman-teman yang lain. Baca lebih lanjut

Mandi Nggak Yaa….

(Postingan nggak penting) Wednesday, August 27, 2014

“Sagitarius. Mau mandi aja drama” begitu kicauan salah satu teman saya di twitter. Saya memang nggak percaya sama ramalan bintang, tapi pernyataan yang satu ini tak dapat saya sangkal.  Bukannya sok jorok ya (emang jorok :razz: ) tapi saya itu kalau disuruh mandi sore, behh, bener-bener butuh motivasi besar untuk mewujudkannya.

Waktu masih kost dulu, biasanya sore hari saya ke sana ke mari sambil bawa handuk. Cuma dibawa aja dari kamar satu ke kamar lainnya sambil galau “Mandi nggak yaa…”. Teman-teman sampai pada hafal dengan kata-kata saya yang satu ini.

Kadang, sebelum saya nge-galau, mereka udah nyeletuk duluan “Mandi nggak yaa…”. Selalu seperti itu setiap sore. Setelah 1-2 jam berkelana ke sana kemari bersama handuk, barulah kemudian saya mandi.

Sekarang, di rumah saya lebih sering godain ibu saya.

Me : “Bu, aku mau mandi ya?”
Ibu: “Nggak usah!”  (efek keseringan menerima laporan mau mandi tapi ngga segera dilaksanakan)

Setelah laporan, biasanya saya masih ke sana ke mari, makan itu makan ini, nonon TV, main sama kucing, dan lain sebagainya sampai kadang lupa anduknya nyantol di mana.

Entahlah, rasa malas itu benar-benar menahan saya untuk segera masuk kamar mandi. Seperti sore ini… Baca lebih lanjut