Khayalanku Tentang Indonesia

Indonesia tanah air beta

Pusaka abadi nan jaya

Indonesia sejak dulu kala

Tetap dipuja-puja bangsa

Disana tempat lahir beta

Dibuai dibesarkan bunda

Tempat berlindung di hari tua

Hingga akhir menutup mata…

Sigh, Indonesiaku… Indonesia yang kaya akan Budaya, Sumber Daya Alam dan Sumberdaya Manusia. Tapi mengapa rakyatmu tidak hidup makmur?

Miris sekali keadaan kita. Hidup bergelimpangan harta yang merupakan impian setiap warga negara dunia, namun mengapa kita tidak hidup dengan baik?

Sebagai seorang Ilmuan di bidang perkhayalan saya ingin menyatakan teori khayalan saya untuk Indonesia. Berikut ini adalah teori khayalan saya:

Indonesia negara yang memiliki begitu banyak kekayaan. Baik kekayaan dari segi budaya, sumber daya manusianya, apalagi sumber daya alamnya. Tapi mengapa warganya masih tidak dapat hidup dengan baik? Hal ini dikarenakan penghuni Indonesia lebih banyak berpikiran negatif daripada berpikiran positif. Dewasa ini kepercayaan diri mereka terhadap Indonesia menurun. Mereka lebih memandang diri mereka rendah. Dan yang paling penting adalah mereka lebih memikirkan bagaimana bisa mengisi perut mereka hari ini daripada bagaimana caranya agar tidak kelaparan dalam waktu yang lama.

Oleh karena itu di Indonesia terdapat banyak “tikus” di setiap sendi pemerintahannya. Tikus-tikus itu seperti orang kelaparan. Mereka melakukan apa saja untuk megisi perutnya. Mereka itu tidak ada bedanya dengan gembel yang berebut makanan dengan kucing liar ditempat sampah. Mereka tidak tahu malu.(kita sudahi saja pembicaraan tikus ini karena hanya akan menimbulkan pikiran-pikiran negatif)

Penyebab lainnya adalah “menyalahkan pihak lain” inilah penyebab mengapa Indonesia tidak bisa hidup dengan baik. Mengapa mereka selalu menyalahkan pihak lain? Menyalahkan pemerintah, menyalahkan koruptor, menyalahkan orang-orang yang berbuat jahat. Hal ini membuat perhatian mereka hanya tertuju pada orang-orang yang tidak pantas mendapat perhatian itu. Padahal yang harus disalahkan adalah “diri sendiri”. Mulai dari hal kecil saja. Membuang kemasan minuman sembarangan tanpa rasa berdosa, apa itu bukan perbuatan salah? Memburu burung langka, apa itu tidak salah? Menebang pohon sembarangan, mendiskriminasikan suku atau budaya lain, apa itu tidak salah? Kita semua salah,,, maka jangan menyalahkan orang lain. Yang harus kita lakukan selanjutnya adalah memperbaiki kesalahan-kesalahan itu sendiri dan berkaca pada orang minoritas (kalau memang dianggap minoritas) yang mau mengabdikan diri pada bangsa dan negara tanpa pamrih, pada orang yang jujur, orang yang inovatif, orang yang pantang menyerah, orang yang peduli lingkungan, orang yang benar-benar punya semangat untuk membuat bangsa ini jadi lebih baik, bukannya memberikan perhatian lebih pada orang-orang yang sebenarnya tidak penting dan bisa dikalahkan oleh energi positif kita.

Lihatlah, percayalah, Indonesia itu kaya dan masih memiliki harapan, bukan, masih memiliki sangat banyak harapan dan peluang. Kita punya penduduk yang besar dan kaya, kita punya kekayaan alam, kita punya budaya, budaya yang terkenal ramah, tinggi solidaritas dan tenggang rasanya, budaya yang saling menghormati dan menghargai, budaya yang unik, khas yang tidak dimiliki bangsa lain. Siapa yang tidak kenal pada Indonesia negara kepulauan, untaian jamrud khatulistiwa. Siapa yang tidak takut dengan Indonesia bila warganya menjadi benar-benar berubah, bersatu teguh, untuk membangun negerinya, untuk membangun pertahanan yang kuat tak terkalahkan? Negara paling kuat di dunia pun pasti takut, bahkan sebelum Indonesia memulainya! Apa yang tidak kita punya? Laut sebagai sumber kekayaan dan pertahanan kita. Di darat bermunculan tambang emas, minyak bumi, pemandangan untuk pariwisata yang menjanjikan. Apa lagi yang kurang dari kita? Semuanya kita punya….

Maka dari semua yang sudah dipaparkan di atas, yang perlu Indonesia rubah itu hanya “satu” yaitu “mind set” atau ” pola pikir. Untuk mengubah pola pikir masyarakat yang negatif itu diperlukan tenaga psikolog atau motivator, ditambah dengan dukungan dari para pemuka agama. Di bawah ini merupakan alur  “Teori khayalan Indonesia Negara Madani”

Merah= masih banyak yang berpikiran negatif

Hijau+ banyak yang berpikiran positif

Ditempatkan para motivator atau psikolog pada berbagai sendi pemerintahan dan juga masyarakat. Atau bisa juga dalam setiap bidang (kesehatan, pendidikan, hukum, dll) ada motivator khusus. Setelah para pemimpin, para pengendali dan pengatur pemerintahan dan masyarakat positif, maka energi positif ini akan terus menyebar diseluruh negeri hingga semuanya bangkit, bersatu dan berjuang bersama mewujudkan negara yang makmur sejahtera.

Tunggu sebentar! Ada satu lagi motivator yang berperan dalam mewujudkan impian ini! Media!!! Media adalah alat motivator terbaik! Hari gini siapa sih yang nggak pernah nonton TV? Minimal radio atau baca koran lah…

Kalau cara modern seperti ini yang dipakai, berarti harus ada pihak yang tegas dalam menetapkan peraturan publikasi, baik itu dari media visual, audio, maupun audio visual. Harus ada pihak yang dengan tegas menyusun peraturan yang bagaimana caranya agar semua media bisa memberikan dampak positif, meskipun sedang memberitakan hal negatif tetap harus menggunakan kata-kata yang positif dan membangun, bukan kata-kata yang malah menjatuhkan semangat, memojokkan, mengadu domba atau memunculkan kontroversi!

Dengan demikian, bila bangsa Indonesia terus terpapar hal-hal positif, lambat laun atau bisa juga dengan cepat, Semangat persatuan dan kesatuan akan muncul kembali dan diimplementasikan dalam tindakan, akan terwujud kepercayaan diri bangsa, muncul kreatifitas-kreatifitas tidak hanya meniru namun menciptakan sesuatu sendiri, dan lain sebagainya.

Selamat datang NEGERI IMPIAN! Selamat datang INDONESIAKU! Selamat bagi warganya, kalian harus berbangga karena kalian memiliki INDONESIA!

Indonesiaku Teori ini mungkin memang hanya khayalan, tapi tidak ada yang salah dengan khayalan. Khayalan datang mengawali mimpi… Mimpi datang mengawali impian, impian ada untuk diwujudakan…  ^^

 

Sumber Gambar:

Indonesia : 1, 2 , 3, 4, 5, 6

Kekayaan Indonesia : 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9

About these ads

36 pemikiran pada “Khayalanku Tentang Indonesia

  1. aku juga punya tetapi ini bukan khayalan … ini intuisiku
    indonesia pada akhirnya akan menjadi negara maju …. bahkan peradaban atlantis itu memang benar adanya .. bahkan Rasulullah SAW pernah mengisyaratkan pada saatnya nanti khilafah itu ada di bagian timur ….. dan itulah indonesia … indonesia yang di sebut2 sebagai andalusia kedua :D
    semangkaaa kakaka

    • makanya, sesuai teori khayalanq, mind set nya perlu dirubah, dari yang cuma mikirin ngisi perut hari ini ke mikirin gimana caranya agar bisa bertahan lebih lama^^

  2. Khayalanku tentang indonesia : Indonesia adalah kiblatnya para magician dunia, sudah diawali oleh Dedy Corbuzier yang berhasil meraih merlin award untuk kedua kalinya, juga ki joko bodo dan ki kusumo yang mulai turun gunung merambah dunia entertaint, juga permadi yang berpolitik menggunakan penerawangan :-)

    • blog walking nin… kunjungi blog yang sejalan/ se-tema dengan blogmu, kalo nggak se-tema juga gk apa2, terserah kamu aja, terus aktif kasih koment di artikel2nya n jangan lupa follow klo mau tau update postingan/artikelnya^^
      bisa tuh, mampir di pageku link sahabat

Tinggalkan komentar, kritik dan saran mu di sini Sob... :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s