Langkah Pertama

29 September 2014 kemarin, telah di adakan Kelas Inspirasi Bondondowoso. Apa itu Kelas Inspirasi? Kenalan dulu deh di kelasinspirasi.org . Saya memang belum pernah menulis tentang Kelas Inspirasi di blog ini sampai hari H  kemarin. Entah mengapa saya belum ingin menulisnya, meski sudah berbulan-bulan persiapan Kelas Inspirasi ini diadakan. :)

Awal mula saya bergabung menjadi relawan di Kelas Inspirasi itu karena ajakan seorang teman. Waktu itu, saya memang sedang sangat bersemangat untuk mengikuti kegiatan sosial. Pucuk dicinta ulam pun tiba. Seorang teman men-tag saya pada sebuah foto “Recruitment Volunteers Kelas Inspirasi”. Wah, ini dia yang saya cari! Senang sekali saya bisa bergabung menjadi relawan panitia untuk mempersiapkan terselenggaranya Kelas Inspirasi di Bondowoso. Kegiatan ini sudah diadakan untuk yang kedua kalinya di Jawa Timur, tetapi Bondowoso baru mengadakan tahun ini.

Penggagas diadakannya kelas Inspirasi Bondowoso ini adalah mbak Rica. Dia adalah seorang guru SMP di Bondowoso. Dari temannya, ia mendapatkan informasi tentang kelas Inspirasi, kemudian mengajak kita semua untuk bergabung membentuk panitia. Baca lebih lanjut

Hari Inspirasi

GEDEBAG… GEDEBUG… GRUBAG… GRUBUG..

“Aww…”

Tiba-tiba muncul sesosok wanita paruh baya dari balik pintu kamar, mengintip keributan yang sedang terjadi di luar kamar.

“Bu, lihat kaos kakiku nggak?” gadis itu bertanya sambil meringis kesakitan dan menggosok-gosok jari kakinya yang sudah berani beradu dengan kaki kursi.

“Enggak… “ Mata wanita yang dipanggil “ibu” itu mengikuti kemana arah anak perempuannya berjalan.

“Mau kemana pagi-pagi?” tanyanya.

“Helm… Helm…” seakan tidak mendengar apa yang diucapkan ibunya, ia berlari ke arah kursi tempat helmnya tergeletak.

“Berangkat dulu ya Bu…” gadis itu mencium tangan ibunya dan langsung melipir ke luar rumah lewat pintu belakang.

“Mau kemana?” kejar ibu.

“Hari ini Kelas Inspirasi Bu…. ”  katanya sambil berusaha menghidupkan motor bebeknya.

“Nggak sarapan dulu?”

“Udah telat nih….”

“Baru juga jam enam…”

“Berangkat dulu, Assalamu’alaikum!”

“Wa’alaikumsalam, hati-hati jangan ngebut di jalan…” Baca lebih lanjut

Pertama Kali Tertipu

Cuaca Bondowoso akhir-akhir ini HOT banget! Udah panas, debu dimana-mana, kendaraan macet. Wah udah deh, bener-bener sukses  bikin mood jadi nggak baik.

Eh, tapi tunggu. Bondowoso macet? Nggak salah tuh? Enggak dong, kota kecil kaya Bondowoso juga bisa macet. Penyebabnya ada dua hal, pertama karena ada karnaval atau festival, dan yang kedua macet kalau kamu pulang kerjanya barengan sama waktu pulang anak sekolahan. Wah itu pasti macet deh. -____-

Nah, macet yang ke dua ini yang sering saya alami kalau hari jum’at. Kadang bete, tapi kadang juga seneng. Lah kok seneng? Iya, kadang suka seneng lihat anak-anak sekolah itu. Mereka mengingatkan saya waktu jaman sekolah dulu. Apa lagi kalau sudah berhenti di lampu merah dekat SMA saya. Melihat anak-anak berseragam SMA sedang berjalan menuju perempatan untuk  mendapatkan angkot, saya jadi inget suatu kejadian.

……….

Masih lekat dalam ingatan, dulu saya sering jalan di trotoar itu bersama teman-teman. Kadang kami jalan dua-dua, kadang tiga-tiga, kadang satu-satu sambil bercanda dan saling mendahului. Baca lebih lanjut

Penpal

“Hi..”

“How’re you doin?”

“Hi, I’m fine, thanks. How about you?”

“I’m verry well..”

“Where do you come from?”

“I’m from China, and you?”

“I’m form Indonesia”

……

Kira-kira seperti itu percakapan standar yang sering saya lakukan jaman dahulu kala. Eh, nggak jadul-jadul amat sih, jaman kuliah saya masih suka beginian. Waktu itu masih seneng banget cari temen yang berbeda kebangsaan. Selain untuk mengasah kemampuan barbahasa Inggris yang belepotan, ada harapan juga suatu saat saya bisa bertemu dan mengunjungi negaranya :mrgreen: .

Banyak hal menyenangkan saat berbicara dengan mereka. Seringnya, saya berteman dengan mereka yang ingin mengetahui dan belajar budaya dari berbagai negara. Jadi lewat pertemanan itu kami bisa cerita berbagai keunikan yang dimiliki negara masing-masing.

Penpal yang saya dapatkan, biasanya bukan dari chatting di YM atau di media chatting lainnya. saya sengaja mencari di situs-situs penpal. Saya juga sempat memasang profil di situs-situs itu. memperkenalkan diri, dan menerangkan maksud dan tujuan ingin berteman dengan negara lain.

Misalkan, di deskripsi diri kita tulis: Baca lebih lanjut

Cerita Saya dan Lumajang

Nama kota ini adalah Lumajang. Salah satu kota kecil di Jawa Timur. untuk lebih jelasnya bisa cari-cari sendiri di Eyang Google :mrgreen: .Kota ini sering disebut sebagai kota pisang karena di sini terdapat berbagai macam pisang dan olahannya. Saya dulu sering dibawakan keripik pisang oleh salah satu teman kost. Kebetulan tantenya adalah pemilik usaha keripik pisang di Lumajang. Wah, suer itu enak banget! Beda dengan keripik pisang lainnya yang pernah saya makan. Keripiknya tebal tapi renyah, diselimuti gula cair yang KRESS banget kalo dimakan. Matep pokoknya. :D

Kenapa tiba-tiba saya ingin menulis tentang Lumajang? Nggak ada maksud apa-apa sih, Cuma kemarin saya pulang dari Surabaya dan bis yang saya tumpangi melewati kota ini. Tiba-tiba jadi teringat banyak cerita, meski Cuma beberapa kali mengunjungi kota ini.

Lumajang adalah kota yang cukup unik. Suasana kotanya tidak jauh beda dengan Jember. Cuma mungkin lebih sepi dan lebih sejuk. Bahasa yang dipakai oleh masyarakat juga tak jauh berbeda, ada Jawa ada Madura. Kebanyakan teman saya yang berasal dari Lumajang menggunakan bahasa Jawa yang halus. Baca lebih lanjut

Hadiah Terunik

(Tulisan Semalam)

Tik tok tik tok tik tok… Jam menunjukkan pukul 11.36 WIB. Sudah hampir tengah malam tapi mata ini belum mau dibawa ke alam mimpi.

Sebenarnya sudah lelah, tapi mau gimana lagi…. Kerjaan yang belum terselesaikan bikin serba salah. Mau tidur kepikiran, mau dikerjakan juga sudah capek.

Untuk menghilangkan kesumpekkan, iseng saya buka folder film, berharap ada film yang belum ditonton. Meski sudah tau kalau nggak ada film yang belum saya tonton di situ. Sejak lulus kuliah, film-film yang saya punya sudah nggak up to date lagi. Gara-gara udah jauh sama yang biasa saya rampok filmnya. :mrgreen:

Biasanya selalu update, apalagi film animasi. Wah, bener-bener bisa fresh otak tuh kalo lagi stress atau sumpek…. Dan sepertinya saat ini saya memang lagi (sangat) butuh! Ah, You don’t know who… Kembalilah, penuhi folder filmku dengan film-film animasiiii! >,<

Kembali lagi ke folder film yang sudah out of date. Meski saya tau kalau udah nggak ada film yang belum saya tonton, saya tetap membukanya dan memang berniat untuk menontonnya kembali. Ketika sedang asyik memilih film apa yang mau ditonton ulang, ada sebuah folder dengan nama nyentrik menggoda tangan saya untuk membukanya. Nama foldernya “Hadiah dari You don’t know who”, Judul film yang ada di dalamnya adalah Detective Conan The Eleven Striker. CONAAAAN, I’m your BIG FAN, Jadilah nyata, please! #Absurd Baca lebih lanjut

Kemarin Sore

Kemarin sore, saya dan ibu duduk-duduk di teras depan rumah. Tiba-tiba datang seorang wanita paruh (tiga per empat sih tepatnya) baya datang menghampiri. Pakaiannya cukup unik untuk wanita seumurannya. Dia memakai kemeja berwarna biru, di lengan kanannya tertempel nomor-nomor yang tidak saya mengerti itu nomor apa. Nomor itu semacam bet yang ditempelkan dengan menggunakan banyak peniti, bukan di jahit. Untuk bawahannya, dia menggunakan celana pendek berwarna orange. Asesoris di tangan dan lehernya beggitu nyentrik dan unik. Rambutnya dikuncir kuda tak karuan. Sambil menghisap batang rokok yang tinggal seujung jari, dia menghampiri kami.

“Bu Jenawi ada bu?” (Bu Jenawi, tetangga saya)

“Oh, engga ada Bu. Pergi ke rumah cucunya sejak kemarin..”
Ibu itu lalu ikut duduk di teras bersama kami. Terlihat dia membawa bungkusan.

“Apa itu Bu?” tanya Ibu saya.

“Telor bebek… Katanya Bu Jenawi mau beli telor bebek, tapi kok ngga ada orangnya.” (Ngomongnya pake bahasa daerah, Madura)

“Ooooh… Coba lihat telornya. Ada berapa?”

“Ada 13 butir…”
“Ya sudah, saya saja yang beli… Berapa semua?”

Ibu itu terlihat senang. “kalau 13 di kali 1.500 itu berarti 20.500…” Baca lebih lanjut