… Dan haruskah saya ngomongin Cinta?
Tapi emang lagi pengen ngomongin cinta, terus gimana dong! Hehe
Yang namanya cinta itu sebenernya seperti apa sih? Saya juga nggak paham… Tapi pernah nggak kalian merasakan yang seperti ini?
Kalo lihat doi jantung rasanya dag dig dug lebih cepat, badan jadi lemes, muka jadi merah. Kalau deket doi apalagi! Jadi salting (salah tingkah), nggak bisa ngontrol keras pelannya suara, bahkan sampai perut melilit! Apa ini Cinta? Saya juga nggak paham…
Tapi meskipun saya nggak paham, saya tetap menganggap itu bukan hal yang biasa dan tetap akan bercerita tentang CINTA. Hehe
Jaman dahulu kala (jaman SMA..
) tersebutlah seorang gadis innocent yang sama sekali nggak pernah tahu menahu apalagi merasakan yang namanya Cinta. Suatu hari, datanglah seorang pangeran (temen sekelas yang nggak pernah deket tapi tiba-tiba aja jadi deket. Kkk) awalnya si gadis innocent ini hanya menganggap sang pangeran sebagai teman biasa. Namun seiring berjalannya waktu, sang pangeran jatuh hati pada si gadis innocent tersebut dan menyatakan perasaannya. Si gadis innocent tidak tahu harus berbuat apa. Dia takut, kaget dan cemas karena sebenarnya dia hanya menganggap pangeran sebagai teman yang terbaik baginya. Disamping itu, si gadis innocent tidak pernah menjalin hubungan asmara sebelumnya. Dia belum pernah jatuh cinta dan dia menganggap jalinan khusus (pacaran!) antara laki-laki dan perempuan adalah perbuatan yang tidak benar! Namun karena kebaikan sang pangeran, si gadis innocent tidak ingin menyakiti hatinya, akhirnya dia menerima sang pangeran dengan satu syarat, tidak boleh ada yang mengetahui tentang hubungan mereka.
Pangeran sangat senang! Dia menerima persyaratan itu. Meskipun si gadis innocent tidak berwajah cantik, berkulit hitam dan sama sekali tidak feminin, dia tetap menyukai si gadis innocent.
Seiring berjalannya waktu, si gadis innocent bertambah resah. Ia merasa perbuatannya ini adalah perbuatan yang tidak benar. Hingga suatu saat, hubungan mereka diketahui oleh warga sekitar (teman-teman sekolah). Si gadis innocent bertambah merasa tidak nyaman dengan keadaan ini. Ia menjadi bingung, ia merasa perbuatannya ini tidaklah benar dan ia ingin mengakhiri hubungan ini. Namun si gadis innocent kembali tidak tega bila mengingat kebaikan dan ketulusan hati sang pangeran.
Karena terus merasa tertekan dan tidak nyaman, akhirnya dengan berat hati si gadis innocent memutuskan hubungan dengan sang pangeran. Ia mengirimkan sepucuk surat yang ia titipkan pada sahabat sang pangeran. Dengan berat hati akhirnya ia membiarkan surat itu dibawa dan disampaikan pada sang pangeran.
Sang pangeran tidak marah, dia menerima keputusan si gadis innocent. Meskipun pada awalnya ketika si gadis innocent membicarakan tentang “seandainya kita tidak menjalin hub….” sang pangeran langsung memohon untuk tidak mengucapkan kata-kata seperti itu.
Namun saat itu si gadis innocent sadar bahwa ia telah melakukan kesalahan besar. Ia mengirimkan surat tersebut tepat di hari ulang tahun sang pangeran yang ke 17! moment-moment yang paling berarti dalam hidup seseorang.
Ia tidak tahu apakah ini karma ataukah takdir? Suatu karma untuknya karena telah menyakiti hati yang telah baik dan tulus kepadanya, ataukah sebuah takdir agar ia tidak bisa melupakan sang pangeran?
After that…
Read more »